Bentrok Tentara Suriah dan SDF di Aleppo, Dua Warga Sipil Tewas

Pasukan keamanan Suriah. (foto:anadoluagency/mistar)
Suriah, MISTAR.ID
Situasi keamanan di Aleppo, Suriah utara, kembali memanas setelah bentrokan bersenjata antara tentara Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) pimpinan Kurdi. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya dua warga sipil dan melukai belasan orang lainnya.
Sumber medis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dua warga sipil tewas dan 11 orang lainnya terluka setelah pasukan SDF melepaskan tembakan ke arah posisi pasukan keamanan Suriah di sekitar Bundaran Sheihan dan kawasan Lairmoun, Senin (22/12/2025).
Kekerasan itu memicu kepanikan warga. Puluhan keluarga dan pekerja lokal dilaporkan melarikan diri dari area bentrokan, sebagaimana disampaikan kantor berita resmi Suriah, SANA.
“Kami menerima laporan tentang tembakan senapan mesin berat, mortir, serta keluarga yang mengungsi dari lokasi kejadian,” tulis media di Damaskus, dikutip Selasa (23/12/2025).
Badan Pertahanan Sipil Suriah menyebutkan dua petugas penyelamat terluka setelah kendaraan mereka ditembaki. Selain itu, dua anak dilaporkan mengalami berbagai luka akibat tembakan di sekitar Bundaran Sheihan.
Kementerian Dalam Negeri Suriah, dalam pernyataan yang dikutip SANA, menyatakan dua personel keamanan, termasuk seorang tentara, terluka dalam insiden yang disebut sebagai serangan “pengkhianatan” oleh SDF.
“Pasukan SDF yang ditempatkan di Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh melakukan tindakan pengkhianatan terhadap Pasukan Keamanan Internal di pos pemeriksaan gabungan,” ujar kementerian tersebut.
SDF membantah tudingan itu dan menegaskan tidak menargetkan warga sipil. Mereka justru menuduh faksi-faksi yang berafiliasi dengan pemerintah Suriah sebagai pelaku serangan. Klaim tersebut langsung dibantah oleh Damaskus.
Setelah berjam-jam baku tembak, kedua pihak akhirnya menyepakati penghentian tembakan pada Senin malam. Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan telah mengeluarkan perintah untuk berhenti menargetkan sumber tembakan, sementara SDF mengaku telah menginstruksikan pasukannya menghentikan respons militer.
Eskalasi kekerasan ini terjadi bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, ke Damaskus untuk membahas rencana integrasi SDF ke dalam tentara baru Suriah.
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaaa, yang berkuasa setelah penggulingan Bashar al-Assad pada Desember lalu, sebelumnya telah menandatangani kesepakatan integrasi dengan SDF pada Maret. Namun hingga kini, implementasi kesepakatan tersebut belum menunjukkan kemajuan signifikan. (hm16)
PREVIOUS ARTICLE
Tiongkok Bangun Bendungan Raksasa di Sungai Yarlung Zangbo Tibet
















