Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

359 WNI Masih Tertahan di Kamp Pengungsi Suriah, 600 Diduga Jadi Foreign Fighter

Mistar.idSenin, 3 November 2025 20.57
journalist-avatar-top
359_wni_masih_tertahan_di_kamp_pengungsi_suriah_600_diduga_jadi_foreign_fighter

Dampak perang yang terjadi di Suriah (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengungkapkan bahwa sebanyak 359 Warga Negara Indonesia (WNI) masih berada di kamp-kamp pengungsi di wilayah timur laut Suriah. Selain itu, terdapat sekitar 600 WNI yang diduga terlibat sebagai foreign fighter atau kombatan asing di wilayah konflik tersebut.

Informasi ini disampaikan oleh Direktorat Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (3/11/2025).

“Hingga saat ini terdapat ribuan warga negara asing yang masih berada di kamp-kamp pengungsi di kawasan tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 359 orang diidentifikasi sebagai WNI,” tulis pernyataan PWNI Kemlu.

Penanganan Lintas Kementerian dan BNPT

Direktorat PWNI menjelaskan bahwa penanganan terhadap WNI yang terasosiasi dengan kelompok foreign fighter dilakukan melalui pendekatan lintas kementerian dan lembaga, di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Kebijakan repatriasi akan dilakukan secara selektif dan bertahap, dengan mempertimbangkan skala prioritas, keamanan nasional, kemanusiaan, penegakan hukum, serta deradikalisasi,” tulis PWNI.

WNI dari Suriah dan Yaman Telah Dipulangkan

Kemlu juga menegaskan bahwa pemerintah telah memfasilitasi pemulangan sejumlah WNI dari Suriah dan Yaman dalam beberapa gelombang. Mereka yang telah dipulangkan menjalani proses screening, rehabilitasi, dan deradikalisasi di bawah pengawasan BNPT, Kementerian Sosial, serta Polri.

“Seluruh individu yang dipulangkan menjalani proses pemulihan sosial dan psikologis agar dapat kembali ke masyarakat secara aman,” tambah PWNI.

Data Terbaru dan Tantangan Pemulangan

Hingga Desember tahun lalu, pemerintah mencatat 156 WNI telah berhasil dipulangkan dari Suriah. Namun, proses repatriasi masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keamanan di wilayah konflik, keterbatasan akses diplomatik, serta verifikasi kewarganegaraan di antara para penghuni kamp.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta sebelumnya memperkirakan sekitar 2.000 WNI masih berada di kamp pengungsi Suriah, di mana sebagian di antaranya merupakan keluarga atau anak-anak dari para foreign fighter.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendekatan kemanusiaan tanpa mengesampingkan aspek keamanan nasional dan deradikalisasi jangka panjang. (hm17)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN