Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Serangan Penusukan di Kereta Cepat Inggris Lukai 11 Orang

Mistar.idSelasa, 4 November 2025 11.00
AN
serangan_penusukan_di_kereta_cepat_inggris_lukai_11_orang

Petugas polisi dan anggota layanan darurat menyisir rel di bawah kereta LNER Azuma di Stasiun Huntingdon, Inggris timur, pada Sabtu (1/11/2025), menyusul penusukan di dalam kereta. (Foto: AFP/Justin Tallis)

news_banner

London, MISTAR.ID

Serangan penusukan terjadi di dalam kereta cepat London North Eastern Railway (LNER) yang melaju menuju London pada Sabtu (1/11/2025) malam. Insiden ini menyebabkan 11 orang terluka, termasuk satu kru kereta yang kini dirawat dalam kondisi kritis namun stabil setelah sempat berupaya menghentikan pelaku.

Penusukan terjadi beberapa menit setelah kereta berangkat dari Stasiun Peterborough di wilayah Cambridgeshire. Kepolisian menerima panggilan darurat pertama pada pukul 19.39 waktu setempat, dan 11 menit kemudian pelaku berhasil ditangkap di Stasiun Huntingdon.

Menurut otoritas, jumlah korban bisa lebih banyak jika bukan karena tindakan cepat masinis dan kru kereta. “Dia berlari menuju bahaya dan mengadang pelaku cukup lama hingga berhasil menghentikannya,” ujar Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, dikutip dari CNN.

Masinis Andrew Johnson memutuskan tidak menghentikan kereta di tengah perjalanan demi memudahkan penanganan aparat. Ia segera menghubungi petugas sinyal untuk mengalihkan jalur menuju Stasiun Huntingdon. Kereta tiba di peron pada pukul 19.44.

“Masinis menunjukkan keberanian dan dedikasi luar biasa dalam situasi paling sulit,” kata Nigel Roebuck dari serikat pekerja masinis ASLEF.

Direktur Pelaksana LNER David Horne turut memuji keberanian masinis dan kru dalam mengendalikan situasi. Namun Johnson menyebut rekan kerjanya yang kini dirawat sebagai sosok pahlawan sesungguhnya.

“Saya hanya melakukan pekerjaan saya. Rekan saya yang berada di rumah sakitlah yang berani,” ujarnya.

Pelaku bernama Anthony Williams, 32 tahun, warga Peterborough, ditangkap tanpa perlawanan di Stasiun Huntingdon.

Ia didakwa dengan sepuluh tuduhan percobaan pembunuhan, satu penganiayaan berat, satu kepemilikan senjata tajam, dan satu percobaan pembunuhan tambahan terkait insiden berbeda pada hari yang sama. Polisi menegaskan tidak ada indikasi keterkaitan dengan terorisme.

Lima dari sebelas korban telah dipulangkan dari rumah sakit. Salah satu korban yang masih dirawat adalah pesepak bola Jonathan Gjoshe dari klub Scunthorpe United, yang mengalami cedera namun tidak mengancam nyawa.

Sejumlah penumpang mengisahkan kepanikan yang terjadi. Wren Chambers mengatakan awalnya mendengar jeritan sebelum melihat korban berlari sambil berdarah. “Awalnya saya kira ini lelucon Halloween,” katanya kepada BBC.

Penumpang lain menggambarkan suasana kacau saat orang-orang berusaha berlindung di gerbong dan toilet.

Polisi Cambridgeshire kini juga menyelidiki tiga insiden lain yang diduga berkaitan dengan Williams, termasuk penusukan remaja 14 tahun di pusat Kota Peterborough pada Jumat (31/10/2025) malam. Sidang lanjutan terhadap Williams dijadwalkan pada 1 Desember 2025, sementara penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif di balik rangkaian serangan ini. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN