Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Warga Gunung Malela Desak SIPEF Batalkan Kelompok Plasma dan Kembalikan Lahan

Mistar.idSenin, 27 April 2026 pukul 14.51 WIB
warga_gunung_malela_desak_sipef_batalkan_kelompok_plasma_dan_kembalikan_lahan

Aksi warga Kecamatan Gunung Malela menuntut hak plasma PT SIPEF. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Ratusan masyarakat Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, menggelar aksi unjuk rasa ke kantor PT Eastern Sumatra Indonesia (SIPEF) di Nagori Bukit Maraja, Senin (27/4/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga terhadap pengelolaan kebun plasma yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat sekitar.

Dengan membawa poster tuntutan dan menyuarakan aspirasi secara bergantian, massa tampak memenuhi halaman kantor perusahaan. Suasana berlangsung tegang namun terkendali, dengan aparat keamanan berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Koordinator aksi, Suherman, dalam orasinya menyampaikan tujuh tuntutan utama masyarakat. Ia menegaskan warga menginginkan kejelasan dan keadilan terkait pengelolaan plasma.

"Hak-hak warga sekitar belum tercapai, konflik ini sudah berlangsung sejak dulu. Maka dari itu, warga sekitar meminta pengelolaan plasma dan hak lainnya," ujarnya.

Adapun tujuh tuntutan yang dibacakan dalam aksi tersebut meliputi:

1. Meminta agar kelompok plasma yang dibentuk oleh PT ESI (SIPEF) digugurkan atau dibatalkan.

2. Mendesak pihak perkebunan agar plasma diberikan kepada masyarakat sekitar.

3. Meminta agar kesepakatan yang dibuat di Dinas Pertanian dibatalkan.

4. Mendesak pemeriksaan terhadap manajer plasma, general manager, hingga direktur PT ESI (SIPEF).

5. Meminta agar para pangulu dan oknum yang diduga berkhianat turut diperiksa.

6. Mendesak Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, untuk membatalkan surat keputusan (SK) sebelumnya.

7. Menuntut agar lahan di luar konsesi dikembalikan kepada masyarakat.

Warga menilai program plasma yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru menimbulkan konflik dan ketidakpuasan. Mereka berharap pemerintah daerah turun tangan untuk memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut secara adil dan transparan.

Hingga aksi berakhir, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT SIPEF terkait tuntutan masyarakat. Massa berjanji akan kembali menggelar aksi lanjutan jika aspirasi mereka tidak segera ditindaklanjuti. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN