Viral Video Keributan di Vihara Thai Seng Hut Co, Suhu Elton Bantah Hoaks dan Minta Klarifikasi

Pemuka agama Vihara, Elton saat memberikan penjelasan. (foto:bayu/mistar)
Binjai, MISTAR.ID
Suhu Elton, pemuka agama di Vihara Thai Seng Hut Co yang berlokasi di Lingkungan IV, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, menyayangkan beredarnya video viral terkait insiden keributan yang dikaitkan dengan aktivitas di vihara tersebut di media sosial TikTok.
Video yang diunggah akun TikTok itu menjadi viral dan ditonton ratusan ribu kali. Dalam video tersebut disebutkan adanya kegiatan yang berlangsung hingga pukul 05.00 WIB, disertai suara musik DJ, barongsai, serta suara petasan dan kembang api.
"Memang ada petasan dan kembang api sebagai bagian dari tradisi budaya kami untuk memeriahkan perayaan Imlek di vihara, tapi itu pun durasinya paling cuma 20 menit. Lagian mana ada sampai pukul 05.00 WIB subuh. Kami pun di sini menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi untuk menjaga kerukunan umat beragama," ujarnya.
Suhu Elton menegaskan bahwa informasi yang beredar dalam video tersebut tidak benar dan telah mencemarkan nama baik vihara sebagai rumah ibadah atau berita bohong (hoaks).
“Tidak benar ada musik DJ, tidak benar ada barongsai, dan tidak benar kegiatan berlangsung sampai subuh seperti yang diberitakan. Itu semua tidak sesuai fakta,” ujar Elton saat ditemui, Kamis (26/2/2026) sore.
Ia juga membantah tudingan adanya praktik perdukunan sebagaimana disebutkan dalam narasi video tersebut. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan di vihara merupakan murni aktivitas spiritual dan doa kepada Sang Dewa untuk membantu umat yang sedang mengalami kesulitan.
Elton menyebutkan, insiden bermula saat sekelompok orang yang dipimpin seorang perempuan berinisial NH datang ke vihara dalam keadaan marah-marah dan mempersoalkan suara kembang api serta petasan. Ia menyayangkan peristiwa tersebut justru direkam dan disebarluaskan melalui media sosial hingga viral, yang seolah-olah pihaknya dianggap tidak toleran.
Menurut Elton, video tersebut pertama kali diunggah dan diviralkan melalui akun TikTok yang diduga dimiliki dan dikelola oleh HR. Ia menjelaskan bahwa HR merupakan suami dari NH serta bertindak sebagai penanggung jawab sekaligus pimpinan redaksi akun tersebut.
Atas kejadian tersebut, Suhu Elton meminta agar NH dan HR datang secara langsung untuk menyampaikan permohonan maaf secara pribadi. Ia juga meminta agar klarifikasi atau permintaan maaf tersebut diunggah melalui media sosial TikTok.
Elton mengungkapkan bahwa meskipun video tersebut telah dihapus dari akun TikTok, dampaknya sudah meluas karena telah ditonton ratusan ribu orang dan turut tersebar di platform lain seperti Instagram.
“Kalau tidak ada itikad baik untuk meminta maaf, kami akan melaporkan yang bersangkutan ke pihak kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial sesuai ketentuan pidana dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” ucapnya.
Meski demikian, Suhu Elton menegaskan bahwa jalur hukum bukan tujuan utama, melainkan langkah terakhir apabila tidak ada itikad baik.
“Kami membuka ruang klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka agar informasi yang keliru dapat diluruskan kepada publik. Jika ada itikad baik, tentu akan kami sambut dengan hati terbuka,” katanya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini bukan semata-mata persoalan pribadi, melainkan demi menjaga marwah rumah ibadah dan memberi pelajaran agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial.
“Kami ingin menjaga kerukunan. Tapi kami juga tidak bisa membiarkan fitnah berkembang tanpa klarifikasi. Damai adalah prioritas, namun tanggung jawab atas ucapan dan unggahan juga harus ditegakkan,” tuturnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Hujan Deras, Listrik Padam saat Salat Tarawih di Lubuk Pakam






















