Monday, July 20, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Satpam Datangi Polda Sumut, Desak Kasus Oknum Jaksa Naik Penyidikan

Mistar.idSelasa, 14 April 2026 pukul 20.01 WIB
satpam_datangi_polda_sumut_desak_kasus_oknum_jaksa_naik_penyidikan

Rismawati Nasution,kuasa hukum dari Ayatullah Komeni Pulungan saat di Polda Sumut (foto: Matius/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Belasan satpam dari PT Gelegar Gagah Gemilang kembali mendatangi Polda Sumatera Utara, Selasa (14/4/2026) siang, untuk mempertanyakan penanganan laporan mereka terkait dugaan pengancaman yang dilakukan oknum jaksa pada 15 Maret 2026 lalu.

Kuasa hukum korban, Risnawati Nasution, mengatakan berdasarkan keterangan dari pihak Polda Sumut, laporan tersebut dalam waktu dekat akan naik ke tahap penyidikan.

Risnawati menyebutkan, oknum jaksa berinisial EMN yang dilaporkan telah dua kali dipanggil oleh penyidik, namun belum memenuhi panggilan tersebut.

“Nanti akan ada panggilan lagi. Apabila tidak mengindahkan, akan dilakukan upaya paksa. Semua pihak harus taat hukum. Kami meminta transparansi dalam penanganan perkara ini, jangan ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Para pelapor juga mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk mengusut tuntas kasus ini. Menurut Risnawati, Kejatisu telah berjanji akan menghadirkan oknum jaksa tersebut untuk diperiksa oleh penyidik.

“Dari keterangan Kejatisu, mereka akan membawa jaksa tersebut untuk diperiksa dalam minggu ini. EMN sudah dipanggil dua kali, baik sebagai saksi maupun pihak terlapor, namun belum hadir,” ujarnya.

Sebelumnya, belasan satpam dari PT Gelegar Gagah Gemilang mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut pada Senin (6/4/2026) siang terkait dugaan pengancaman dan intimidasi terhadap rekan mereka, Ayatullah Komeni Pulungan, pada 15 Maret 2026.

Manajer Operasi PT Gelegar Gagah Gemilang, Arif Fianto, mengatakan dugaan pengancaman tersebut dilakukan oleh oknum jaksa berinisial EMN dengan menggunakan senjata api beberapa waktu lalu.

Akibat kejadian tersebut, korban dan rekan-rekannya merasa terancam dan ketakutan.

Sebagai bentuk keprihatinan dan dukungan terhadap korban, para satpam PT Gelegar Gagah Gemilang mengecam keras dugaan tindakan pengancaman dan penodongan tersebut.

“Kejadian ini sangat memprihatinkan bagi kami. Pihak perusahaan, khususnya para karyawan (satpam), merasa takut setelah kejadian tersebut,” ujar Arif di depan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.

Ia menambahkan, pihaknya juga meminta Kepolisian Daerah Sumatera Utara, khususnya Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto, untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN