Pimpinan DPRD Sumut Dukung Sikap Gubernur Bobby Nasution Berantas Oknum Diduga Dipengaruhi Narkoba

Wakil Ketua DPRD Sumut Fraksi Partai Gerindra, Ihwan Ritonga (kiri) saat bersama Gubernur Bobby Nasution. (Foto: Istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Ihwan Ritonga, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dalam merespons insiden seorang oknum diduga dipengaruhi narkoba yang terjadi di Kantor KONI Sumut pada 10 April lalu.
Menurutnya, respons Gubernur merupakan bentuk ketegasan sekaligus kepedulian terhadap kondisi darurat narkoba yang tengah mengancam Sumut.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, tindakan spontan yang dilakukan Bobby Nasution mencerminkan kekhawatiran seorang pemimpin terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba yang telah merusak generasi muda.
“Tindakan tersebut adalah bentuk respons spontan atas situasi yang sangat mengkhawatirkan. Ini menunjukkan tanggung jawab seorang pemimpin,” ujarnya pada wartawan, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, sebagai kepala daerah, Bobby Nasution memiliki peran besar sebagai pelindung masyarakat dari berbagai ancaman, termasuk bahaya narkoba yang semakin meluas.
“Beliau adalah bapak bagi masyarakat Sumatera Utara. Ketegasan seperti ini menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi masyarakat,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat persoalan ini secara menyeluruh dan tidak terjebak pada persepsi semata. Ia menekankan bahwa fokus utama harus tetap pada upaya bersama dalam memberantas narkoba.
“Kita harus bersatu memerangi narkoba. Jangan sampai perhatian kita teralihkan dari persoalan yang jauh lebih besar dan berbahaya,” tuturnya.
DPRD Sumut, lanjut Ihwan, mendukung langkah tegas Pemerintah Provinsi dalam memberantas peredaran narkoba serta menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi masyarakat.
Ia menegaskan upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, hingga lembaga pendidikan.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk memutus rantai peredaran narkoba yang semakin meluas di berbagai wilayah Sumut,” ucapnya.
BERITA TERPOPULER





















