Saturday, September 26, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Polisi Masih Tunggu Hasil Visum Tahanan Diduga Gantung Diri di Rutan Balige

Mistar.idSabtu, 26 September 2026 pukul 19.27 WIB
polisi_masih_tunggu_hasil_visum_tahanan_diduga_gantung_diri_di_rutan_balige

Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairudin. (foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID - Polres Toba masih menunggu hasil visum Herman Hutapea, tahanan titipan yang ditemukan dalam kondisi tergantung di Rutan Kelas IIB Balige, Kabupaten Toba, Jumat (25/9/2026) dini hari.

Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairudin, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, memasang garis polisi, mengambil dokumentasi, memeriksa saksi-saksi, serta mengambil sidik jari.

Polisi juga telah melakukan visum luar terhadap Herman di RSUD Porsea. Namun, hingga Sabtu (26/9/2026), hasil pemeriksaan tersebut belum diterima pihak kepolisian.

“Jadi penyebab atau indikasi belum bisa kita dapatkan atau simpulkan dikarenakan belum ada hasil visum yang dikeluarkan RSUD Porsea kepada pihak kepolisian hingga saat ini,” ujar Khairudin, Sabtu (26/9/2026).

Khairudin juga mengatakan polisi tidak mendapatkan dokumentasi kondisi Herman saat pertama kali ditemukan dalam posisi tergantung. Saat petugas melakukan olah TKP, Herman sudah tidak berada dalam posisi tersebut karena sebelumnya telah diturunkan dan dibawa ke Rumah Sakit HKBP Balige.

“Sebab saat pihak kepolisian melakukan olah TKP posisi korban tidak lagi dalam posisi menggantung, karena korban sudah sempat dibawa ke rumah sakit HKBP Balige, sehingga dokumentasi yang dimiliki oleh Polres Toba sebatas olah TKP yang dimiliki kepolisian namun foto yang diterima dari lapas tidak ada,” katanya.

Menurut Khairudin, kondisi Herman sebelum dititipkan ke Rutan Kelas IIB Balige dalam keadaan baik. Selama menjalani penahanan di Polres Toba sejak 8 Agustus hingga 13 September 2026, Herman juga disebut tidak menunjukkan gejala yang mengarah pada tindakan bunuh diri.

“Selama menjalani penahanan di Polres Toba sejak 8 Agustus hingga 13 September 2026 korban (Herman) tidak ada menunjukkan gejala-gejala untuk melakukan tindakan bunuh diri,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas IIB Balige, Leo Frans J Sialoho, mengatakan Herman merupakan tahanan titipan Polres Toba dalam perkara narkoba. Herman dititipkan di rutan tersebut sejak 14 September 2026.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 01.25 WIB setelah salah seorang warga binaan bermarga Situmorang berteriak. Petugas kemudian memeriksa dan menemukan Herman dalam kondisi tergantung dengan leher terikat selimut.

“Awal diketahui Herman gantung diri akibat teriakan salah satu warga binaan, bermarga Situmorang, sekitar jam 01.25 WIB dan langsung petugas bergerak cepat untuk memeriksa, dan ternyata korban (Herman) dalam kondisi tergantung dengan leher terikat selimut,” ujar Leo, Jumat (25/9/2026).

Petugas kemudian menurunkan Herman dan membawanya ke Klinik Pratama Rutan untuk mendapatkan pertolongan pertama dengan pemberian oksigen. Namun, kondisinya tidak membaik sehingga Herman dirujuk ke Rumah Sakit HKBP Balige.

Herman tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis. Setelah dilakukan pemeriksaan sekitar pukul 01.38 WIB, Herman dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 01.43 WIB.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Porsea untuk menjalani pemeriksaan fisik setelah pihak rutan berkoordinasi dengan Polres Toba dan keluarga. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN