Monday, June 29, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Penggeledahan Enam Pria Ngaku Anggota Polda Sumut di Bengkel Patumbak Masih Misterius

Mistar.idSenin, 11 Mei 2026 pukul 17.49 WIB
penggeledahan_enam_pria_ngaku_anggota_polda_sumut_di_bengkel_patumbak_masih_misterius_

Ahing, kepala teknis bengkel No Limit Racing Team. (foto: matius/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Penggeledahan yang dilakukan enam pria berpakaian preman di sebuah bengkel motor di Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, identitas para pria tersebut belum terkonfirmasi apakah benar anggota kepolisian atau bukan.

Ahing, 42 tahun, kepala teknis bengkel No Limit Racing Team, mengatakan peristiwa itu terjadi 13 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia baru tiba di lokasi ketika suasana bengkel sudah ramai.

“Mereka datang sekitar pukul 10 pagi. Waktu itu saya baru sampai dan lihat sudah ramai. Saya tanya ke admin, katanya mereka mengaku dari Polda,” ujar Ahing saat ditemui wartawan, Senin (11/5/2026).

Menurut Ahing, keenam pria tersebut awalnya mengaku hendak mengantarkan surat pemanggilan kepada Suratman, 31 tahun, pemilik bengkel No Limit Racing Team. Namun, setelah diberitahu bahwa Suratman sedang berada di luar kota, mereka tetap memaksa naik ke lantai dua ruko.

“Awalnya sempat dihalangi anggota bengkel. Tapi waktu saya sampai, mereka sudah berada di atas semua. Saya tunggu di bawah. Beberapa menit kemudian mereka turun dan langsung pergi. Mereka mengaku dari Siber Polda Sumut,” katanya.

Ahing menilai ada kejanggalan dalam penggeledahan tersebut. Pasalnya, para pria itu tidak menunjukkan surat tugas maupun surat pemanggilan secara jelas.

“Mereka bilang ada surat panggilan untuk bos kami, Suratman. Tapi suratnya cuma diperlihatkan sekilas lalu langsung ditarik lagi. Mereka juga memanggil kepala dusun, lalu Kadus yang mempersilakan mereka naik ke atas,” ucapnya.

Saat berada di lokasi, para pria tersebut mengaku sedang menyelidiki dugaan kasus perjudian online (judol) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Mereka bilang di awal kalau kami terkait pencucian uang dan judol. Mereka memeriksa dari atas sampai ke bawah sekitar satu jam,” tuturnya.

Namun, sehari setelah penggeledahan berlangsung, Dewi, istri Suratman, mengaku kehilangan sejumlah emas dari dalam rumah. Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polsek Patumbak untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Istri bos bilang besoknya emas sudah hilang. Yang diperiksa itu bagian atas lalu ke bawah juga. Mereka datang naik mobil dan semuanya berpakaian preman,” kenang Ahing.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN