Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Lima Tahun Berdiri, Pondok Tahfidz di Sei Mencirim Tertutup dari Warga

Mistar.idSenin, 5 Januari 2026 13.36
AN
AS
lima_tahun_berdiri_pondok_tahfidz_di_sei_mencirim_tertutup_dari_warga

Pondok Tahfidz yang dirubuhkan warga di Desa Sei Mencirim. (Foto: Putra/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Warga Desa Sei Mencirim mengaku pondok tahfidz yang dikelola AM telah berdiri sekitar lima tahun. Dalam kesehariannya, pondok tersebut dikenal sangat tertutup dan pengasuhnya jarang berkomunikasi dengan warga sekitar.

Menurut Hendro, ketertutupan itu terlihat saat warga hendak memberikan makanan ke pondok, namun pihak pengasuh melarangnya. Selain itu, bagian sekeliling pondok juga ditutupi seng sehingga aktivitas di dalam tidak dapat terpantau warga.

“Enggak pernah bermasyarakat di sini pengasuhnya si AM itu. Terus kalau puasa, warga mau ngasih makanan untuk berbuka anak-anak malah dilarangnya. Pokoknya tertutup lah,” tuturnya.

Dijelaskannya, pondok tersebut berdiri kurang lebih lima tahun terakhir dan telah meluluskan beberapa alumni. Sementara saat kejadian, santri yang masih belajar di pondok itu tersisa sepuluh santriwati.

“Alumninya juga beberapa ada yang datang tadi malam. Mengaku pernah dipegang-pegang. Lain lagi wali santri yang sepuluh itu, semua anaknya juga mengaku pernah dipegang dan dipeluk si AM. Makanya warga emosi dan mau menghakiminya,” ujarnya.

Hendro menambahkan, di dalam kamar santriwati juga ditemukan diduga kamera CCTV. Kamera tersebut diduga digunakan AM untuk memantau pergerakan santriwati saat berada di dalam kamar.

“Ada CCTV-nya. Untuk apa CCTV di dalam kamar santriwati kalau bukan untuk memantau,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, salah satu pondok tahfidz di Desa Sei Mencirim dirubuhkan warga pada Minggu (4/1/2026) malam. Pasalnya, pengasuh pondok tersebut, AM, diduga mencabuli santriwati berinisial N.

Menurut Hendro, perbuatan AM terungkap saat N mengeluh kepada orang tuanya dan menolak kembali ke pondok usai libur. Permintaan itu dicurigai pihak keluarga hingga remaja yang duduk di bangku kelas I SMA itu akhirnya buka suara.

“Pas libur, enggak mau balik ke pondok. Terus mengaku kalau pernah ditidurin,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Senin (5/1/2026). (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN