Lecehkan Mahasiswi Unimed, Oknum TNI Dilaporkan ke Pomdam I Bukit Barisan

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Seorang oknum TNI-AD berinisial F yang bertugas di jajaran Kodam I Bukit Barisan dilaporkan ke Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) I Bukit Barisan, Selasa (2/6/2026). F dilaporkan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) yang terjadi belum lama ini.
Teman korban berinisial G mengatakan, dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi pada 10 Mei 2026. Saat itu korban sedang tertidur pulas di rumah kontrakannya yang terletak di daerah Pancing,. Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
“Saat itu penghuni kontrakan sedang tertidur pulas, korban diraba-raba oleh terduga pelaku yang juga melakukan masturbasi," ujar G saat dihubungi Mistar, Rabu (3/6/2026).
Merasa tidak terima atas kejadian tersebut, lanjut G, korban didampingi Senat Mahasiswa (Sema) Unimed, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Seni Rupa Unimed, serta perwakilan mahasiswa Seni Rupa B Stambuk 2023, melaporkan N ke Pomdam I Bukit Barisan.
“Iya benar, sudah kita layangkan laporan pada Selasa siang. Laporannya baru selesai sekitar sore menjelang malam dan sudah diterima. Kita berharap laporan kita ini segera ditindaklanjuti,” kata G.
G kembali menjelaskan, korban bersama tiga orang lainnya mengontrak sebuah rumah di wilayah Pancing untuk dijadikan sebagai tempat tinggal atau kos-kosan.
“Korban ini ngekos. Satu rumah itu ada dua kamar dan empat orang perempuan semua. Si korban ini satu kamar dengan teman kami sekelas, jadi sama-sama sekelas. Terus kamar sebelah, ada seorang perempuan berinisial S dengan temannya,” ucapnya.
Malam saat kejadian, S membawa pacarnya berinisial F yang belakangan diketahui merupakan anggota TNI. Setelah di sana, S bersama F tertidur di bagian tengah atau ruang tamu rumah kontrakan.
Sekitar pukul 06.00 WIB S pamit berangkat kerja, sementara oknum TNI masih tinggal tertidur pulas di lokasi. Sekitar pukul 09.00 WIB, korban seketika terbangun dan mendapati oknum TNI tersebut diduga meraba-raba tubuh korban.
Ditegaskan G, kejadian itu membuat korban merasa trauma dan ketakutan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Pomdam I Bukit Barisan. Kini laporan tersebut telah diterima dan mereka meminta agar pihak Pomdam I Bukit Barisan segera menindaklanjuti laporan ini hingga tuntas.






















