Monday, June 8, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kota Pematangsiantar Dikepung Banjir Usai Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan Utama Lumpuh Total

Mistar.idSenin, 20 April 2026 18.19
journalist-avatar-top
AS
kota_pematangsiantar_dikepung_banjir_usai_hujan_deras_sejumlah_ruas_jalan_utama_lumpuh_total

Jalan Merdeka Kota Pematangsiantar digenangi air cukup tinggi. (foto: Abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Pematangsiantar pada Senin sore (20/4/2026) mengakibatkan sejumlah titik jalan protokol terendam banjir. Berdasarkan pantauan wartawan, debit air yang meningkat drastis membuat arus lalu lintas macet parah dan beberapa kendaraan mogok akibat memaksakan diri menerjang genangan.

Beberapa kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan air kembali terdampak cukup serius. Luapan air terpantau menutupi badan jalan di lokasi-lokasi seperti pusat kota, Jalan Merdeka bagian bawah, Jalan Wahidin, dan Jalan Vihara.

Kawasan pendidikan dan Perkantoran, Jalan Gereja dan Jalan Adam Malik. Serta akses keluar-masuk Kota, Jalan Ade Irma serta Jalan Lintas Siantar-Medan, tepatnya di kawasan Simpang Kapuk yang mengalami kemacetan panjang.

Kondisi ini memicu beragam reaksi dari warga dan pengguna jalan. Banyak pengendara sepeda motor terpaksa menepi di teras toko warga karena mesin kendaraan mereka mati terendam banjir.

"Setiap hujan deras begini terus. Di Simpang Kapuk tadi airnya sudah sampai selutut, banyak kereta (sepeda motor) yang mati mesin karena nekat lewat," ujar Anto, 34 tahun, pengendara ojek online yang berteduh di Jalan Merdeka.

Senada dengan Anto, warga di sekitar Jalan Wahidin mengeluhkan sistem drainase yang diduga tersumbat sehingga tidak mampu menampung debit air hujan yang datang tiba-tiba.

"Airnya cepat sekali naik. Drainase di sini sepertinya tidak sanggup lagi menampung. Kami berharap pemerintah kota segera melakukan normalisasi parit, apalagi ini jalur padat," kata boru Sagala, pemilik usaha di Jalan Wahidin.

Bagi masyarakat yang hendak melintasi Jalan Lintas Siantar-Medan, khususnya di Simpang Gang Kapuk, diimbau untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan hingga air surut. Hindari memaksakan kendaraan melintasi genangan yang tinggi guna mencegah kerusakan mesin permanen (water hammer).

Hingga kini, hujan masih menyisakan rintik tipis di beberapa wilayah, sementara petugas kepolisian mulai terlihat di beberapa titik untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN