Sunday, June 14, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Korban Dugaan Malapraktik Pengangkatan Rahim Minta RSU Muhammadiyah Medan Tanggung Jawab

Mistar.idRabu, 22 April 2026 18.44
journalist-avatar-top
BS
korban_dugaan_malapraktik_pengangkatan_rahim_minta_rsu_muhammadiyah_medan_tanggung_jawab_

Mimi Maisyarah, korban dugaan malapraktik RSU Muhammadiyah Medan yang terlihat lemas di atas tempat tidur. (foto: berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Anak kandung Mimi Maisyarah, 48 tahun, warga Jalan Tangguk Bongkar III, pasien yang diduga menjadi korban dugaan malapraktik Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Medan menyampaikan perasaannya melihat kondisi ibunya yang kini terbaring lemah.

Anak kandung Mimi Maisyarah, Lala Leonita, 24 tahun, mengaku sangat sedih dan emosional ketika mendatangi rumah sakit tersebut untuk meminta pertanggungjawaban.

"Sangat sedih pastinya, kami ibarat semua keluarga (merasakan kesedihan) gak hanya saya juga kan, atas kondisi ibunya saat ini," ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Lala mengatakan perasaan sedih muncul lantaran adanya rasa penyesalan, dan ibu kandungnya sempat merasa trauma melihat RSU Muhammadiyah Medan tersebut.

"Jadi kami cuma mau pertanggungjawabannya aja, atas apa yang sudah dilakukan mereka (RSU Muhammadiyah) sama ibu saya," ucapnya.

Keponakan Mimi Maisyarah, Ria Mauliza, mengatakan keluarganya akan menuntut keadilan mengingat kondisi Mimi yang kian melemah.

"Awalnya kami minta dan cakap pelan-pelan, tapi gak digubris dan tidak selalu dihiraukan. Malah yang datang entah siapa-siapa saja (Polisi-TNI) ke sini (RSU Muhammadiyah)," tuturnya.

Ria yang juga merasakan kesal hanya meminta keadilan dan yang terbaik bagi Mimi Maisyarah. Ia mengaku untuk seterusnya tidak akan pernah berobat lagi di rumah sakit yang berada di Jalan Mandala By Pass tersebut.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN