Kesaksian Danu soal Ledakan Grand Polonia: Cahaya Putih, Rumah Roboh, hingga Bayi Berdarah

Danu, pekerja asal Marelan berusia 43 tahun, menceritakan detik-detik ledakan yang terjadi. (foto: Putra/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Peristiwa ledakan dari rumah bernomor 3B di Komplek Grand Polonia terdengar sangat keras. Tak hanya rumah milik pelaku, sejumlah rumah di sekitarnya juga hancur terdampak ledakan tersebut. Tak cuma itu, suara teriakan dari dalam rumah yang diketahui milik Chris Hasan pun sayup-sayup terdengar oleh para pekerja bangunan di lokasi.
Seperti yang diutarakan Danu, pekerja pemasangan perabot di rumah yang persis berada di depan lokasi ledakan. Dikatakannya, saat insiden terjadi, ia tengah berada di lantai dua rumah tempatnya bekerja.
"Saya lagi kerja di lantai atas. Tiba-tiba meledak, duaaarrr," ucapnya menirukan suara ledakan itu, Selasa (22/7/2026).
Suara itu, kata pria berusia 43 tahun tersebut, disertai pecahan kaca di beberapa rumah, termasuk rumah tempatnya bekerja.
"Hancur semua. Saya pun sampai terpental. Cuma satu detik aja pas saya buka kaca, geser tangga, tiba-tiba ada semburan cahaya putih," tuturnya.
Pria yang tinggal di Marelan itu pun syok. Namun, teriakan meminta tolong dari luar menggerakkan langkahnya untuk turun.
"Saya pikir gempa. Goyang semua rumah ini. Saya lihat dari jendela ternyata rumah di depan roboh. Terus dengar suara minta tolong. Di situ saya langsung turun," lanjutnya.
Saat berada di lantai satu, Danu menyaksikan reruntuhan rumah. Puing-puing material berserakan, terdengar teriakan minta tolong, serta seorang pengantar paket yang terluka akibat serpihan kaca.
"Selain tukang paket, saya lihat sopir yang ketimpa reruntuhan. Kami berempat tolong sopir itu. Dia selamat, nggak ada luka sedikit pun. Karena posisi dia di dalam mobil dan tertimpa reruntuhan," ungkapnya.
Teriakan di Lantai Dua dan Bayi Berlumuran Darah
Usai mengevakuasi sopir, lanjut Danu, teriakan dari lantai dua rumah bernomor 3B kembali terdengar. Ia kemudian menoleh ke arah itu dan melihat seorang bayi berlumuran darah yang digendong seorang perempuan.
Wajah bayi itu penuh darah dan terus menangis. Teriakan dari dalam rumah membuat Danu panik. Ia kemudian meminta bantuan tukang bangunan yang tengah bekerja di rumah lain untuk membantu mengevakuasi bayi tersebut.
"Saya minta tolong, dobrak-dobrak pintu biar bisa ditolong anak itu. Berdarah-darah mukanya. Mereka bilang nggak bisa, saya bilang jebol aja pintunya," lanjutnya.
Usaha para tukang akhirnya membuahkan hasil. Pintu berhasil dijebol dan bayi tersebut berhasil dievakuasi ke rumah sakit

























