Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kasus Alvaro Kiano: Bocah Hilang 8 Bulan Tewas di Tangan Ayah Tirinya dan Bunuh Diri di Tahanan

Mistar.idSenin, 24 November 2025 pukul 14.25 WIB
kasus_alvaro_kiano_bocah_hilang_8_bulan_tewas_di_tangan_ayah_tirinya_dan_bunuh_diri_di_tahanan

Foto Alvaro semasa hidupnya ditunjukkan kakeknya Tugimin. (foto:kompas/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Alvaro Kiano Nugroho (6) hilang tanpa jejak selama delapan bulan. Saat ditemukan, Alvaro sudah dalam keadaan tak bernyawa dan tinggal kerangka. Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa Alvaro diculik dan tewas di tangan ayah tirinya, Alex.

Nenek Alvaro, Sayem (53), menjelaskan kronologi penculikan hingga pembunuhan cucunya. Menurut dia, Alvaro diketahui sudah meninggal satu hari setelah dijemput oleh ayah tirinya dari Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, pada 6 Maret 2025.

“Kata Pak polisi itu tanggal 7-nya (cucu saya meninggal),” ujar Sayem saat ditemui, Senin (24/11/2025).

Sayem mengatakan Alvaro dibawa oleh Alex dengan iming-iming akan dibelikan mainan. Karena percaya, Alvaro akhirnya mau diajak pergi.

“Karena anak itu kan dijemput di masjid, dijanjikan dibelikan mainan. Langsung dibawa pulang, makanya mau,” ucap Sayem.

Namun keesokan harinya, Alvaro disebut terus menangis mencari sang kakek yang biasa ia panggil “bapak”. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, tangisan itu diduga membuat Alex emosi hingga menutup mulut Alvaro dengan handuk. Akibat tindakan itu, Alvaro meninggal dunia.

“Mungkin, katanya, Alex kesal. Terus dikep pakai anduk mulutnya. Alex sendiri bilang itu tidak sengaja. Maksudnya cuma menenangkan, tapi ternyata anaknya sudah tidak ada,” tutur Sayem.

Setelah mengetahui Alvaro telah meninggal, Alex disebut panik. Ia kemudian menitipkan jasad anak tirinya itu ke rumah adiknya di Bogor.

“Terus dibawa, dititipkan ke adiknya di daerah Bogor. Tapi itu pun nyuruh orang, bukan dia sendiri. Takut ketahuan. Adiknya sih kena, soalnya dititipin mayat,” ujar Sayem.

Tak lama kemudian, jasad Alvaro dibungkus plastik dan diikat pada batang pohon di sekitar aliran kali dekat Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Jadi sudah diplastik, diikat, terus diikat lagi ke pohon,” jelas Sayem.

Pada saat itu, warga sekitar mencium bau menyengat. Mereka sempat bertanya mengenai asal bau tersebut, namun keluarga Alex menyebut itu adalah bangkai hewan.

“Paginya ada tetangga bilang, kok sudah bau apa. Mereka bilang bangkai anjing, padahal itu Alvaro,” ucap Sayem.

Kakek Alvaro, Tugimin (71), tak menyangka bahwa pelaku penculikan cucunya adalah ayah tiri sang bocah. Selama ini, Alex justru terlihat aktif membantu pencarian Alvaro, bahkan ikut menemani Tugimin membuat laporan polisi.

“Nggak nyangka sama sekali. Alex yang temani saya waktu buat laporan. Dia bilang, ‘ayo Pak, saya temani’. Jadi saya pergi sama dia,” kata Tugimin di kediamannya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Selama delapan bulan pencarian, Alex juga kerap menawarkan bantuan. Dia bahkan membuat dan mencetak poster berisi foto serta ciri-ciri Alvaro untuk disebarkan ke berbagai lokasi.

“Yang bikin poster itu dia. Dia cetak sendiri, terus sebar ke warga,” ujar Tugimin.

Ia mengaku selama ini Alex dikenal sebagai sosok yang baik dan dekat dengan Alvaro sehingga tidak pernah mencurigainya. “Dia memang beberapa kali diperiksa polisi, tapi nggak pernah ngaku. Mungkin terakhir itu dia ngaku, saya juga nggak tahu,” katanya.

Polisi Tangkap Pelaku Sebelum Temukan Kerangka

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan pelaku lebih dulu ditangkap sebelum kerangka manusia yang diduga Alvaro ditemukan.

“Baru ditemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro,” ujarnya.

Meski demikian, polisi masih menunggu hasil tes DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik.

“Kita butuh kepastian dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan labfor. Tunggu penyelidik dan penyidik bekerja,” kata Nicolas.

Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, juga membenarkan bahwa tersangka telah diamankan, namun belum dapat menjelaskan lebih jauh mengenai kronologi penemuan jasad.

“Tersangka sudah diamankan. Sementara itu dulu, saya belum bisa banyak memberi pernyataan,” katanya.

Ayah tiri Alvaro, yang menjadi tersangka pembunuhan, disebut bunuh diri di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Informasi ini disampaikan langsung oleh Tugimin.

“Pelakunya ayah tirinya, dan sekarang sudah bunuh diri di Polres Jakarta Selatan,” ujarnya, Minggu (23/11/2025) malam.

Kapolsek Pesanggrahan tidak membenarkan atau membantah kabar tersebut. Ia hanya menyebut bahwa seluruh informasi resmi akan disampaikan Polres Metro Jakarta Selatan. “Nanti Polres yang akan memberi info lengkap dan detail,” ujarnya. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN