Kanit Pidum Polres Sergai Enggan Beberkan Perkembangan Kasus Dugaan Penganiayaan Nenek 70 Tahun

Kantor Satreskrim Polres Sergai yang menangani laporan dugaan penganiayaan terhadap Rusmi, seorang nenek warga Sei Rampah. (Foto: Damanik/Mistar)
Sergai, MISTAR.ID - Perkembangan penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap Rusmi (70), warga Dusun III, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), hingga kini belum diketahui secara pasti dari Polres Serdang Bedagai (Polres Sergai).
Sementara itu, terduga pelaku berinisial IW (49), warga Desa Kepenuhan Sejati SP4, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, yang merupakan abang kandung almarhum menantu korban, diduga belum diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Sergai.
Terkait hal tersebut, Kepala Unit Tindak Pidana Umum (Kanit Pidum) Polres Sergai, Ipda Hendri Ika Panduwinata, enggan memberikan keterangan. Ia mengaku hanya akan menyampaikan perkembangan perkara kepada pelapor maupun kuasa hukum.
"Kalau perkembangan saya cuma bisa ngomong sama pelapor atau pengacara saja," katanya singkat saat dikonfirmasi MISTAR melalui sambungan telepon seluler, Rabu (24/6/2026).
Sementara itu, Sugiharto, anak pelapor, mengaku telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) pada Kamis (18/6/2026).
"Sudah ada kami diberikan surat, Bang. Kayaknya setelah diberitakan waktu itu, terus diberikan suratnya," ungkapnya.
Diketahui, dugaan penganiayaan yang terjadi di Dusun III, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, dilaporkan korban ke Polres Sergai pada 30 Mei 2026.
Korban mengaku dianiaya oleh IW dengan cara dipukul pada bagian mulut menggunakan tangan.
"Waktu itu saya lagi nyapu, terus saya didatangi IW. Tiba-tiba saya dipukul atau ditabok mulut saya. Terus saya didorong sampai jatuh di halaman rumah. Saya gak terima dipukul seperti ini. IW itu adalah abang kandung menantu saya," ungkap Rusmi saat ditemui MISTAR di kediaman anaknya beberapa hari lalu.
Akibat dugaan penganiayaan tersebut, korban mengalami luka pada bagian bibir hingga giginya copot dan harus menjalani rawat jalan di RSUD Sultan Sulaiman.






















