Thursday, June 25, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Jukir Minta Tak Kunci Setang, Sepeda Motor Pengunjung Pos Bloc Medan Hilang

Mistar.idKamis, 25 Juni 2026 pukul 15.00 WIB
jukir_minta_tak_kunci_setang_sepeda_motor_pengunjung_pos_bloc_medan_hilang

Jukir Pos Bloc yang viral berdebat dengan pemilik sepeda motor. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Niat hati berbelanja jajanan berujung kehilangan sepeda motor. Hal itu dialami seorang perempuan bernama Ariaty, 25 tahun. Sepeda motor Honda Scoopy BK 2050 MBI miliknya yang diparkir di depan Pos Bloc, Kesawan, Medan Barat, hilang.

Abang kandung Ariaty, Hendri mengatakan, insiden yang dialami adiknya itu terjadi, Sabtu (20/6/2026) malam. Saat itu adiknya ke lokasi untuk berbelanja cemilan. Saat tiba di lokasi parkiran, juru parkir (jukir) meminta dia untuk tidak mengunci setang sepeda motornya.

"Adik saya begitu sampai di situ langsung dihampiri tukang parkir. Disuruh berhenti, diminta untuk tidak kunci setang dan langsung diminta uang retribusi parkir Rp5 ribu," ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Merasa yakin dengan jukir, Ariaty menuruti semua perintah tersebut. Ia kemudian berbelanja cemilan di Kawasan Lapangan Merdeka Medan dan sekitarnya untuk stok di kos-kosan. Tak berapa lama, saat hendak kembali ke kosan, ia tak mendapati lagi sepeda motornya.

"Sempat ditanya, kata jukirnya mungkin dipindah-pindah jadi lupa dimana posisinya. Jadi adik saya sempat cari-cari di situ sama temennya," tuturnya.

Puas mencari, sepeda motor tak kunjung terlihat. Perempuan 25 tahun itu pun meyakini jika sepeda motornya telah raib dari parkiran tersebut.

"Tiga jam mencari nggak ketemu juga. Malam si jukir bilang adik saya salah tempat memarkirkan. Seperti mau lepas tanggung jawab gitu," katanya.

Keduanya pun sempat beradu argumen. Bahkan, keributan antar keduanya direkam oleh Ariaty dan disebar di media sosial hingga viral. "Mereka ribut seperti di video itu. Malah si jukir nyuruh buat laporan polisi," ucapnya.

Meski begitu, sambung Hendri, adiknya belum membuat laporan polisi terkait peristiwa itu. Meski tak merinci alasannya, Hendri mengisyaratkan jika adiknya pesimis sepeda motor itu dapat kembali lagi.

"Dia pesimis, banyak lah yang ngomong negatif kalau kita kehilangan dan lapor polisi. Itu sepeda motor sudah lunas, dia sendiri yang mencicil," ujarnya.

Masih kata pria berusia 35 tahun itu, ia berharap Pemko Medan lebih memperketat pengamanan di lokasi. Terlebih, Pos Bloc merupakan pusat keramaian di kota Medan saat akhir pekan.

"Kalau bisa diperketat lah. Apalagi Dishub, jukir-jukir ini harusnya ditertibkan. Saya menduga ini jukir liar, jadi kalau bisa dishub memperketat lah. Takutnya jelek kali nama Medan ini," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN