Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Hari ke-11 Operasi Keselamatan Toba 2026, Polda Sumut Tindak 12.090 Pengendara yang Melanggar

Mistar.idKamis, 12 Februari 2026 pukul 17.10 WIB
hari_ke11_operasi_keselamatan_toba_2026_polda_sumut_tindak_12090_pengendara_yang_melanggar

Sejumlah personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut saat melakukan penindakan. (foto: Istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Hingga hari ke-11 Operasi Keselamatan Toba 2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut telah menindak sebanyak 12.090 pengendara yang melanggar di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

“Kalau secara kumulatif dari hari pertama Operasi hingga hari ke-11, total penindakan mencapai 12.090 tindakan. Diantaranya, 2.026 tilang ETLE, 678 non-ETLE, 9.248 teguran dan 22 penindakan travel ilegal, dan 116 penindakan terhadap kendaraan ODOL,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, Kamis (12/2/2026).

Dijelaskan Ferry, dari data yang diterima pihaknya pada hari ke-11 Operasi, jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas di Sumut tercatat sebanyak 1.423 kasus. Kata Ferry, jika dilihat secara keseluruhan angka ini memang relatif turun sebanyak 57,3 persen jika dibandingkan dengan periode tahun 2025 lalu. Dimana, di tahun 2025, jumlah penindakan di waktu yang sama sebanyak 3.329 kasus.

Perwira menengah polri itu menambahkan menurunnya kendaraan yang ditindak ini menjadi indikator meningkatnya kepatuhan dan kesadaran masyarakat selama operasi berlangsung. Meskipun demikian, pihaknya juga melakukan penindakan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tercatat sebanyak 334 kasus, meningkat dari 91 kasus pada tahun sebelumnya.

Lalu, untuk penindakan non-ETLE turun signifikan menjadi 74 kasus dari sebelumnya 975 kasus. Teguran kepada pelanggar juga turun menjadi 983 dari 2.263 pada tahun lalu. Lanjut Ferry, polisi juga melakukan penindakan terhadap 5 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin serta 27 kendaraan over dimension dan overloading (ODOL) yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.

Ditegaskan Ferry, operasi ini tidak semata-mata soal penindakan, tetapi bagaimana membangun kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, dari hari pertama Operasi hingga hari ke-10 menunjukkan tren yang sangat positif. Dimana, ditemukan adanya penurunan pelanggaran hingga lebih dari 57 persen.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang ada di wilayah Sumut, untuk tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. "Tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi kebutuhan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN