Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Film Jumbo Resmi Tayang di Korsel, Pantau Penjualan Tiketnya

Mistar.idSenin, 23 Februari 2026 pukul 05.30 WIB
film_jumbo_resmi_tayang_di_korsel_pantau_penjualan_tiketnya

Film Jumbo. (Foto: Dok. Visinema Pictures)

news_banner

Seoul, MISTAR.ID

Film animasi Indonesia Jumbo resmi memulai penayangannya di Korea Selatan pada Rabu (18/2/2026), hampir setahun setelah pertama kali dirilis di Indonesia pada 31 Maret 2025. Kehadiran film ini menandai langkah baru dalam ekspansi internasional animasi produksi Tanah Air.

Berdasarkan data Korean Film Council (KOFIC), Jumbo mencatat awal yang cukup menjanjikan dengan penjualan 12.648 tiket pada hari pertama.

Pendapatan tersebut setara sekitar 79.239 dolar AS dan menempatkannya di peringkat keenam daftar film terlaris harian.

Pada hari debutnya, Jumbo mampu melampaui film romantis Once We Were Us yang telah lebih dulu tayang sejak akhir 2025.

Meski begitu, posisinya masih berada di bawah beberapa judul lain seperti The King's Warden, Humint, Choir of God, Number One, dan Ghost-Calling App: O.

Namun, peringkat Jumbo mengalami penurunan pada hari kedua penayangan. Film tersebut keluar dari 10 besar box office harian dan turun ke posisi ke-11.

Pada hari itu, penjualan tiket mencapai 2.547 lembar atau sekitar 16.476 dolar AS. Posisi Jumbo disalip oleh film Sentimental Value, yang juga mulai diputar pada tanggal yang sama.

Penayangan di Korea Selatan menjadi bagian dari distribusi internasional Jumbo yang cukup luas. Film ini diketahui telah memperoleh hak edar di sekitar 40 negara.

Jumlah tersebut meningkat dibanding rencana awal yang pernah disampaikan kreatornya, Ryan Adriandhy, yang sebelumnya menyebut film ini akan diputar di 17 negara.

Selain Korea Selatan, Jumbo juga sudah lebih dulu hadir di berbagai negara seperti Rusia, Belarus, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Taiwan, dan Uni Emirat Arab.

Film ini berkisah tentang petualangan Don, seorang anak laki-laki yang ingin mewujudkan pertunjukan dari buku dongeng peninggalan orang tuanya.

Mimpinya sempat diremehkan oleh orang lain, tetapi Don tetap mendapat dukungan dari neneknya serta dua sahabatnya, Nurman dan Mae. Dalam perjalanannya, mereka bertemu Meri, seorang gadis dari dunia lain yang tengah mencari kedua orang tuanya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN