Friday, August 21, 2026
home_banner_first
HIBURAN

DeadSquad Cs Terlantar di Eropa, Tur Tetap Berlanjut

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 13.41 WIB
deadsquad_cs_terlantar_di_eropa_tur_tetap_berlanjut

DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit. (foto:internet/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (21/8/2026) — Tiga band metal Indonesia, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, sempat terlantar di Dublin, Irlandia, setelah sejumlah agenda dalam Cataclysmic Summer Tour 2026 bermasalah. Meski dua konser batal dan akomodasi serta transportasi tidak terpenuhi, ketiganya kini melanjutkan tur Eropa.

Masalah tersebut terjadi pada rangkaian tur yang ditangani promotor berbeda. Agenda di Irlandia dan Inggris disebut ditangani Diablo Productions, sedangkan rangkaian tur Eropa daratan ditangani DF Booking.

Dua Konser Batal, Rombongan Terlantar

Ketiga band membuka rangkaian tur di Lost Lane, Dublin, pada 15 Agustus 2026. Namun, agenda berikutnya di Cork pada 16 Agustus batal, disusul konser di The Underworld Camden, London, pada 17 Agustus.

Persoalan kemudian berkembang menjadi masalah logistik. Sekitar 16 personel dan kru sempat menghadapi ketidakpastian mengenai akomodasi dan transportasi setelah kewajiban promotor tidak terpenuhi.

Venue London juga menyatakan promotor tidak dapat dihubungi dan persoalan pembayaran venue belum diselesaikan.

Sejumlah laporan menyebut situasi tersebut sebagai dugaan scam promotor. Namun, istilah tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan hukum karena belum ada informasi yang menunjukkan adanya putusan hukum final mengenai perkara tersebut.

Diaspora Indonesia Bantu Selamatkan Perjalanan

Di tengah situasi sulit itu, bantuan justru datang dari komunitas Indonesia di Irlandia. Diaspora Indonesia bersama warga setempat membantu menyediakan tempat tinggal, makanan, dan kebutuhan sehari-hari bagi rombongan.

Solidaritas tersebut kemudian berkembang menjadi penggalangan dana untuk membantu ketiga band keluar dari Irlandia dan melanjutkan perjalanan menuju Eindhoven, Belanda.

Dalam waktu sekitar sehari, GoFundMe berhasil mengumpulkan €5.557 atau sekitar Rp114 juta. Penggalangan dana kemudian ditutup setelah kebutuhan perjalanan dinilai telah tercukupi.

Bagi penggemar yang masih ingin mendukung, ketiga band menawarkan merchandise kolaborasi sebagai alternatif.

Bukan Akhir Tur Eropa

Krisis di Irlandia dan Inggris tidak menghentikan seluruh rangkaian Cataclysmic Summer Tour 2026.

Ketiga band tetap berupaya melanjutkan perjalanan ke Belanda, Jerman, Belgia, Austria, dan Swiss. Salah satu agenda yang tercatat adalah penampilan di Slamageddon 2026 di Alkmaar, Belanda, pada 29 Agustus.

Perbedaan promotor menjadi faktor penting. Masalah yang terjadi pada wilayah Irlandia dan Inggris tidak secara otomatis membatalkan agenda di daratan Eropa yang ditangani pihak berbeda.

“DeadSquad Cs” Bukan Nama Band

Istilah “DeadSquad cs” yang muncul dalam pemberitaan bukan nama grup musik baru.

Istilah tersebut merujuk pada DeadSquad dan kawan-kawan, yakni tiga band ekstrem Indonesia yang melakukan tur bersama: DeadSquad dari Jakarta, Jasad dari Bandung, dan Death Vomit dari Yogyakarta.

Ketiganya memiliki karakter musikal masing-masing dan merupakan band terpisah.

Pelajaran dari Krisis Tur

Peristiwa ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi band Indonesia ketika melakukan tur internasional.

Membawa sebuah band ke Eropa bukan hanya persoalan mendapatkan panggung. Ada visa, tiket pesawat, hotel, transportasi antarkota, venue, peralatan, pembayaran, kontrak, hingga koordinasi lintas negara yang harus berjalan secara bersamaan.

Kegagalan satu bagian dapat memicu masalah berantai.

Kasus DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit juga menunjukkan pentingnya verifikasi promotor, kontrak yang kuat, skema pembayaran yang aman, serta rencana darurat sebelum tur internasional dimulai.

Kondisi Terbaru

Hingga 21 Agustus 2026, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit telah berupaya keluar dari krisis di Irlandia dan melanjutkan perjalanan menuju Eropa daratan.

Dengan dukungan komunitas dan penggemar, ketiganya masih menjalankan agenda tur yang tersisa. Artinya, meski perjalanan sempat terganggu oleh persoalan promotor, Cataclysmic Summer Tour 2026 belum berakhir.

Bagi skena metal Indonesia, kisah ini menjadi pengalaman pahit sekaligus bukti kuatnya solidaritas komunitas. Ketika dua panggung gagal digelar, dukungan dari sesama penggemar justru membantu tiga band Indonesia tersebut tetap berdiri dan melanjutkan perjalanan di Eropa.

(berbagaisumber/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN