Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Tertekan Isu Inflasi dan Dolar yang Perkasa, Harga Emas Antam Anjlok Rp25.000

Mistar.idJumat, 6 Maret 2026 pukul 12.14 WIB
tertekan_isu_inflasi_dan_dolar_yang_perkasa_harga_emas_antam_anjlok_rp25000_

Kanwil Kemenag Sumut saat menggelar buka bersama dan berbagi 200 paket Ramadan ke anak yatim. (foto: Kemenag Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akhirnya mengalami koreksi signifikan pada perdagangan, Jumat (6/3/2026). Padahal, emas Antam sempat mencatatkan tren kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Penurunan ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang mulai merespons dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam merosot sebesar Rp25.000 menjadi Rp3.024.000 per gram. Penurunan lebih tajam justru terlihat pada harga jual kembali (buyback), di mana pemilik emas yang ingin mencairkan asetnya akan menerima harga Rp2.787.000 per gram, atau melemah Rp32.000 dibandingkan posisi sebelumnya.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai meski perang di Timur Tengah masih berkecamuk, harga emas dunia saat ini sedang menghadapi tekanan dari sisi makroekonomi AS.

"Perang yang masih konsisten berjalan sejauh ini mampu menjaga harga emas dunia tetap di atas level 5.100 Dolar AS, tepatnya di kisaran 5.131 Dolar AS per ons troy. Namun, harga emas sedikit tertekan setelah kenaikan harga minyak mentah mendorong terjadinya inflasi global," ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Kondisi inflasi ini, menurut Gunawan, justru menguntungkan mata uang Dolar AS. Pasar mulai berspekulasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) kemungkinan akan menunda pemotongan suku bunga acuan guna meredam inflasi, sehingga daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil sedikit memudar.

Meski mengalami pelemahan tipis di pasar domestik, Gunawan menilai secara fundamental emas masih memiliki fondasi yang kuat untuk kembali menguat jika tensi geopolitik tidak kunjung mereda.

"Sejauh ini harga emas masih bertahan di kisaran Rp2,8 juta per gram (harga dunia) dengan kecenderungan melemah tipis. Jika perang masih berlanjut, secara fundamental emas memiliki kesempatan untuk melanjutkan penguatan. Harga emas ke depan akan sangat dinamis di tengah berkecamuknya perang," ucapnya.

Investor disarankan untuk tetap memantau pergerakan Dolar AS dan harga minyak mentah, karena dua indikator tersebut kini menjadi penentu arah harga emas di samping faktor eskalasi militer di Timur Tengah.

Berikut rincian harga emas pada perdagangan, Jumat (6/3/2026):

Antam

• 0,5 gram: Rp1.562.000

• 1 gram: Rp3.024.000

• 2 gram: Rp5.988.000

• 3 gram: Rp8.957.000

• 5 gram: Rp14.895.000

• 10 gram: Rp29.735.000

• 25 gram: Rp74.212.000

• 50 gram: Rp148.345.000

• 100 gram: Rp296.612.000

• 250 gram: Rp741.265.000

• 500 gram: Rp1.482.320.000

• 1.000 gram: Rp2.964.600.000

Galeri24

• 0,5 gram: Rp1.616.000

• 1 gram: Rp3.080.000

• 2 gram: Rp6.086.000

• 5 gram: Rp15.103.000

• 10 gram: Rp30.124.000

• 25 gram: Rp74.906.000

• 50 gram: Rp149.695.000

• 100 gram: Rp299.240.000

• 250 gram: Rp746.263.000

• 500 gram: Rp1.492.526.000

• 1.000 gram: Rp2.985.050.000

UBS

• 0,5 gram: Rp1.673.000

• 1 gram: Rp3.096.000

• 2 gram: Rp6.143.000

• 5 gram: Rp15.181.000

• 10 gram: Rp30.201.000

• 25 gram: Rp75.354.000

• 50 gram: Rp150.400.000

• 100 gram: Rp300.681.000

• 250 gram: Rp751.482.000

• 500 gram: Rp1.501.199.000.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN