Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Kembali Tertekan Dolar AS Hari Ini

Mistar.idKamis, 28 Mei 2026 pukul 10.07 WIB
rupiah_kembali_tertekan_dolar_as_hari_ini

Rupiah dan dolar AS. (Foto: Merdeka.com)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level Rp 17.800 per dolar AS pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Kondisi ini membuat pemerintah menaruh perhatian serius terhadap pergerakan kurs yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi ekonomi domestik.

Berdasarkan data Bloomberg sekitar pukul 09.10 WIB, dolar AS tercatat berada di posisi Rp 17.858. Angka tersebut naik 57 poin atau sekitar 0,32% dibanding perdagangan sebelumnya.

Tak hanya terhadap rupiah, mata uang AS juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Penguatan terbesar terjadi terhadap won Korea Selatan yang naik 0,51%.

Selain itu, dolar AS juga terapresiasi 0,05% terhadap yen Jepang, 0,09% terhadap dolar Kanada, serta 0,20% terhadap franc Swiss. Sementara itu, pergerakan terhadap dolar Hong Kong justru melemah tipis 0,03%.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran melihat pelemahan rupiah yang dinilainya cukup dalam. Menurutnya, depresiasi kurs hingga mendekati Rp 17.900 per dolar AS sulit dijelaskan jika melihat fundamental ekonomi Indonesia yang masih relatif kuat.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).

Meski rupiah melemah, Purbaya menilai kondisi pasar obligasi pemerintah masih cukup terkendali. Ia mengatakan imbal hasil atau yield obligasi justru mengalami penurunan setelah pemerintah melakukan intervensi melalui operasi pasar Surat Berharga Negara (SBN) guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Ia juga menegaskan pemerintah akan kembali melakukan langkah serupa apabila diperlukan agar gejolak rupiah tidak semakin dalam. Menurutnya, stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting untuk menjaga aliran modal asing tetap masuk ke Indonesia. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN