16.5 C
New York
Saturday, April 13, 2024

Rp10 Miliar dari Mendagri, Ini Strategi Pemko Siantar Menekan Inflasi

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian baru-baru ini mengatakan akan memberikan hadiah sebesar Rp 10 miliar kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yang dianggap mampu mengendalikan inflasi.

Dana Rp 1 triliun disiapkan kepada 100 daerah yang berprestasi akan hal itu.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian, Hendra Simamora mengatakan, Pemko Pematangsiantar telah melakukan serangkaian strategi, sebagai wujud sinergi dan komitmen dalam menjaga tingkat inflasi.

Baca juga:Sambut Ramadhan, Inflasi Kota Padangsidimpuan di Angka Normal

“Sejauh ini inflasi Kota Pematangsiantar masih terjaga,” sebutnya, pada Selasa (5/3/24).

Dilihat mistar.id, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar mencatat inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,34 persen pada Februari 2024. Sementara inflasi tahunan (y-on-y) tercatat sebesar 2,98 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,47.

Hendra membeberkan, memasuki bulan kedua di tahun 2024, beberapa komoditas memberikan andil signifikan terhadap inflasi dan deflasi di Kota Sapangambei Manoktok Hitei.

Dikatakan, cabai merah masih menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi bulanan. Diikuti oleh beras, daging ayam ras, minyak goreng dan udang basah.

Sementara itu, ikan teri, kangkung, bawang merah, jeruk dan bayam menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap deflasi (m-to-m).

Baca juga:Bersama BI dan TPID, Pemko Tanjung Balai Berkomitmen Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan

Hendra optimis, pengoptimalisasian strategi 4K terus dipersiapkan Pemko Pematangsiantar dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan daya beli masyarakat tetap stabil. Ia juga yakin, inflasi dapat ditekan lewat harga kebutuhan pokok.

“Memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, komunikasi efektif dan kelancaran distribusi,” katanya.

Di mana sebelumnya, Wali Kota Pematangsiantar, Susanti Dewayani membeberkan inflasi pangan menjadi perhatian khusus Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ia mengajak, TPID segera melakukan intervensi dengan meninjau gudang-gudang penyimpanan bahan pokok, inspeksi mendadak (sidak) pasar dan kegiatan lainnya yang dapat mengendalikan inflasi.

Dokter anak itu bilang, APBD tahun anggaran (TA) 2024 Kota Pematangsiantar sudah berjalan. Karenanya, diperlukan segera mungkin direalisasikan lantaran uang akan beredar dan menambah, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga:BPS Simalungun: Inflasi Februari 2024 Capai 2,98 Persen

“Seperti kita ketahui bersama, harga-harga barang kebutuhan pokok seperti beras, cabai, bawang, tomat, telur dan lainnya beranjak naik dari awal tahun hingga menjelang bulan Ramadhan,” ucapnya.

Di tengah kondisi tersebut, kata dia, telah menjadi tugas TPID untuk memantau perkembangan komoditas, terutama harga pangan. Juga melakukan koordinasi dan pengecekan harga barang di pasar dengan maksud pengendalian harga dapat dipantau secara berkelanjutan.

“Ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok perlu diperhatikan bersama, agar tidak memicu masalah yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya. (jonatan/hm16)

Related Articles

Latest Articles