Menkeu Purbaya Minta Publik Tak Panik, Rupiah Dekati Rp17.000 Akan Segera Menguat

Menkeu Purbaya (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak panik menyikapi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang nyaris menembus level Rp17.000. Ia meyakini, pelemahan rupiah bersifat sementara dan akan segera berbalik menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional.
“Rupiah itu sangat tergantung pada fundamental ekonominya,” ujar Purbaya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Menurut Purbaya, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan masih sangat positif. Kondisi tersebut akan memengaruhi persepsi investor untuk kembali menempatkan modalnya di dalam negeri. Ia mencontohkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
“Kalau indeks naik ke level seperti itu, pasti ada aliran dana asing yang masuk. Tidak mungkin hanya investor domestik yang mendorong IHSG sampai all time high,” jelasnya.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,33 persen ke level Rp16.935 per dolar AS. Posisi tersebut tercatat sebagai level penutupan terlemah sepanjang sejarah.
Meski demikian, Purbaya menegaskan pelemahan tersebut tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Ia optimistis penguatan rupiah hanya tinggal menunggu waktu, seiring bertambahnya suplai dolar di dalam negeri.
“Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah,” katanya.
Purbaya juga mengungkapkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2025, ekonomi Indonesia diyakini mampu tumbuh 5,2 persen sesuai target. Sementara pada tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6 persen.
Ia menjelaskan, sejumlah kebijakan pendukung telah disiapkan, mulai dari pelonggaran likuiditas, perbaikan iklim investasi, hingga penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter.
“Tahun ini 6 persen bisa. Dampak stimulus ekonomi memang tidak instan, biasanya baru terasa beberapa bulan setelah injeksi dilakukan,” terangnya.
Selain itu, Purbaya membantah spekulasi yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan pengajuan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto ke DPR. Ia menegaskan independensi Bank Indonesia tetap terjaga.
“Ada yang berspekulasi independensinya hilang. Saya pikir tidak akan seperti itu,” tegasnya.
Ia pun kembali menekankan bahwa pemerintah akan terus menjaga dan memperkuat fundamental ekonomi agar pertumbuhan semakin cepat, yang pada akhirnya akan menopang penguatan nilai tukar rupiah.
“Nanti kalau sudah paham, rupiah akan menguat lagi karena pondasi ekonomi kita terus kita jaga dan perbaiki,” pungkas Purbaya.
















