Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Menkeu Purbaya: Rupiah Hampir Rp17.000 Tak Berdampak Besar ke Ekonomi dan Importir

Mistar.idSelasa, 20 Januari 2026 15.54
journalist-avatar-top
menkeu_purbaya_rupiah_hampir_rp17000_tak_berdampak_besar_ke_ekonomi_dan_importir

Ilustrasi kondisi Rupiah hampir Rp17.000 per 1 dolar AS (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini hampir menyentuh level Rp17.000 per dolar AS tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional, termasuk bagi para pelaku impor.

Menurutnya, volatilitas nilai tukar yang terjadi hingga saat ini masih tergolong wajar dan belum menyebabkan tekanan depresiasi yang dalam secara persentase. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah tercatat berada di level Rp16.975 per dolar AS, melemah 0,24 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

“Walaupun melemah, kalau dilihat secara persentase masih kecil dibanding sebelumnya. Seharusnya sistem ekonomi sudah terbiasa. Dampaknya ke ekonomi saya kira akan minimum,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Secara year to date (YtD), Purbaya menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada di kisaran 2 hingga 3 persen. Angka tersebut dinilai masih dapat diantisipasi oleh para importir, meski sebagian besar transaksi impor menggunakan dolar AS sementara penjualan dilakukan dalam rupiah.

“Kalau year to date sekitar 2–3 persen. Kalau Anda importir, kenaikan segitu masih bisa dikendalikan. Saya pikir masih bisa,” tegasnya.

Di sisi lain, Purbaya optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat. Keyakinan ini didasari oleh fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai semakin solid, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

Ia menilai, meskipun nilai tukar sempat melemah, pelaku pasar masih menunjukkan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi nasional. Hal tersebut membuka peluang masuknya arus modal asing yang berpotensi memberikan keuntungan baik dari capital gain maupun forex gain.

“Fondasi ekonomi kita terus membaik, sementara nilai tukar agak melemah. Market melihat ini sebagai peluang. Kepercayaan masih kuat, dan investor bisa mendapatkan capital gain serta forex gain,” pungkasnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN