Monday, June 22, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Kuartal I 2026, BTPN Syariah Catat Aset Tumbuh 7 Persen

Mistar.idKamis, 30 April 2026 pukul 11.30 WIB
kuartal_i_2026_btpn_syariah_catat_aset_tumbuh_7_persen

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Sepanjang periode Januari-Maret 2026, PT Bank BTPN Syariah Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp319 miliar. Total aset tercatat mencapai Rp23,2 triliun atau tumbuh 7 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Sedangkan pada penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun, meningkat 4 persen YoY.

Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan momentum positif pada awal tahun ini menunjukkan kontribusi signifikan dari model pendampingan terhadap kualitas pembiayaan.

Sementara, kinerja keuangan perseroan tetap solid, tercermin dari rasio Return on Asset (RoA) sebesar 7,1 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi di level 59,2 persen.

"Tercatat kinerja positif pada kuartal pertama 2026 yang ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan serta peningkatan kualitas portofolio. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam memperkuat pendampingan nasabah di segmen masyarakat inklusi," ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Disebutkannya, penyaluran pembiayaan terus didorong melalui model pendampingan yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha dan membentuk perilaku unggul nasabah. Setiap pembiayaan disertai pembinaan berbasis empat perilaku unggul BDKS, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu.

“Momentum kuartal pertama menunjukkan model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan. Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas bank,” sebutnya.

Ia menambahkan, perseroan tetap melanjutkan fokus strategi tahun sebelumnya dengan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Peran Community Officer (CO) dinilai menjadi kunci dalam keberhasilan penyaluran pembiayaan. CO bertugas melakukan pendampingan langsung melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS) dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha ultra mikro.

Selain itu, CO juga berperan sebagai teladan dalam penerapan perilaku unggul sekaligus memperkuat solidaritas antar nasabah. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN