KPPN Siantar: Realisasi Belanja Negara Tembus Rp3,570 Triliun, Cenderung Meningkat

Teks foto: Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pematangsiantar mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah kerjanya hingga Oktober 2025 capai Rp3,570 triliun dari total pagu Rp4,364 triliun.
Kepala KPPN Pematangsiantar, Nova Juliana Sianturi, mengatakan tren total pagu dan realisasi belanja APBN untuk periode hingga Oktober 2025 (yoy) selama lima tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan.
"Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pagu TA 2025 mengalami penurunan. Total pagu mencapai Rp4,364 triliun dan total realisasi mencapai Rp3,570 triliun," ujarnya kepada Mistar, Kamis (20/11/2025).
Ia menjelaskan pagu dan realisasi APBN hingga Oktober 2025 berdasarkan fungsi, untuk fungsi pelayanan umum memiliki pagu anggaran terbesar dan telah mencapai realisasi sebesar 80,82 persen.
"Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, capaian persentase realisasi pada fungsi ini tumbuh positif sebesar 2,18 persen," ucapnya.
Untuk fungsi agama memiliki capaian kinerja realisasi tertinggi atau melampaui pagu yang tersedia hingga Oktober 2025, yakni 138,6 persen, yang disebabkan karena ketersediaan pagu anggaran belanja pegawai masih kurang dari kebutuhan satker.
"Apabila dibandingkan yoy, capaian kinerja realisasi anggaran pada fungsi ini mengalami pertumbuhan negatif sebesar 3,13 persen. Untuk fungsi pendidikan mengalami pertumbuhan tertinggi yoy 13,19 persen, dan fungsi perlindungan lingkungan hidup mengalami kontraksi terbesar yoy -11,54 persen," katanya.
Ia menambahkan pagu anggaran belanja K/L hingga Oktober 2025 mencapai Rp1,214 triliun dan realisasi belanja K/L mencapai Rp1,015 triliun.
"Kinerja realisasi belanja K/L pada periode ini tumbuh positif sebesar 5,06 persen (yoy), yang didukung adanya pertumbuhan positif pada belanja pegawai (2,16 persen) dan belanja modal (38,81 persen), meski terdapat pertumbuhan negatif pada belanja barang sebesar -1,67 persen," tuturnya. (hm25)






















