Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Deflasi di Siantar pada Oktober 2025 Dipengaruhi Harga Bawang Merah dan Cabai Hijau

Mistar.idKamis, 20 November 2025 11.56
AN
AS
deflasi_di_siantar_pada_oktober_2025_dipengaruhi_harga_bawang_merah_dan_cabai_hijau

Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kota Pematangsiantar mencatat deflasi sebesar -0,31 persen (mtm) pada Oktober 2025. Penurunan indeks harga ini terutama dipicu turunnya harga sejumlah komoditas pangan, terutama bawang merah dan cabai hijau.

Kepala BPS Kota Pematangsiantar, Ratnauli Naibaho melalui Staf Statistik Harga, Wahyu Andamari, menyampaikan bahwa bawang merah menjadi penyumbang deflasi terbesar pada Oktober dengan andil -0,15 persen, disusul cabai hijau -0,09 persen, serta beras -0,07 persen.

"Penurunan harga komoditas hortikultura ini terjadi karena pasokan meningkat di wilayah Sumatera Utara, seiring masuknya masa panen pada bulan Oktober," ujar Wahyu kepada Mistar, Kamis (20/11/2025).

Ia menjelaskan, deflasi pada bulan tersebut tidak lepas dari membaiknya pasokan bahan pangan, dipengaruhi kondisi cuaca, biaya produksi, dan keseimbangan antara permintaan serta penawaran di pasar.

Meski demikian, sejumlah komoditas masih memberikan andil terhadap inflasi, seperti emas perhiasan 0,29 persen, cabai merah 0,04 persen, dan wortel 0,03 persen.

Wahyu menambahkan, tekanan inflasi diperkirakan terus menurun pada November 2025. Prediksi curah hujan yang meningkat di Sumatera Utara dinilai akan mendorong hasil panen lebih baik, sehingga harga sejumlah komoditas pangan strategis berpotensi kembali turun.

"Dengan hasil panen yang meningkat, potensi penurunan tekanan inflasi pada periode mendatang semakin besar," ujarnya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN