Investasi Emas Bisa Untung 50 Persen, Ini Tips dari Pegadaian

Deputi Operasional Kanwil Sumut-Aceh Pegadaian, Basuki Tri Andayani (kanan) membagikan tips investasi emas yang aman dan cerdas kepada mahasiswa di Medan. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Investasi emas menunjukkan hasil yang fantastis, dengan investor dilaporkan meraup keuntungan hingga 50 persen dalam satu tahun terakhir. Namun, tingginya potensi keuntungan ini juga dibarengi risiko penipuan berkedok investasi emas.
Deputi Operasional Kanwil Sumut-Aceh Pegadaian, Basuki Tri Andayani, membagikan tips agar masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat bertransaksi emas dengan aman dan cerdas.
“Tahun ini investor emas meraup untung sebesar 50 persen, tapi ada risikonya juga. Jadi, sebelum membeli, tentukan secara spesifik tujuan keuangan, apakah untuk biaya pendidikan anak, modal kerja, atau perhiasan. Tujuan yang jelas akan memandu keputusan jenis emas dan jumlah yang perlu diinvestasikan,” kata Basuki, Minggu (26/10/2025).
Ia menjelaskan, pemilihan jenis emas harus disesuaikan kebutuhan karena hal ini sangat memengaruhi harga dan fleksibilitas. Tentukan tujuan investasi, apakah emas perhiasan yang cocok untuk fashion, emas batangan atau logam mulia yang ideal untuk lindung nilai jangka panjang, atau tabungan emas digital yang menawarkan kemudahan dan keamanan tanpa perlu menyimpan fisik.
“Ketiga, belilah emas hanya dari perusahaan atau toko yang memiliki bonafide. Tempat terpercaya akan memberikan jaminan kualitas emas, harga beli yang wajar, dan harga jual kembali (buyback) yang kompetitif saat Anda membutuhkan dana tunai,” ucapnya.
Keempat, hindari pembelian tanpa pertimbangan matang. Pilih metode pembayaran yang sesuai kemampuan, seperti cicilan, arisan, atau menabung, yang kini banyak ditawarkan secara manual maupun digital oleh lembaga seperti Pegadaian.
“Kelima, selalu gunakan dana dingin (dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat) untuk berinvestasi. Spekulasi dengan mencari keuntungan besar menggunakan uang panas atau dana pinjaman berbunga tinggi sangat berisiko menyebabkan kerugian,” ujarnya.
Basuki menambahkan, keuntungan investasi emas diperoleh dari margin atau selisih harga jual dan beli. Investor wajib memantau pergerakan harga dan cermat dalam menentukan waktu beli, ideal, saat harga turun, atau waktu jual saat harga tinggi.
“Ketujuh, perlu diingat bahwa jika Anda memiliki emas fisik, pastikan tempat penyimpanannya aman dari risiko kejahatan. Alternatif penyimpanan yang aman, termasuk tabungan emas digital dan safe deposit box yang disediakan Pegadaian sebagai fasilitas penitipan emas fisik dengan pengamanan maksimal dan asuransi,” tuturnya.
Terakhir, Basuki menyarankan masyarakat menerapkan prinsip diversifikasi investasi agar tidak hanya bergantung pada satu instrumen saja.
“Jangan simpan telur dalam satu keranjang. Diversifikasikan dana ke berbagai instrumen investasi lain, seperti saham, obligasi, atau properti. Hal ini penting agar risiko kerugian di salah satu investasi dapat tertanggulangi oleh keuntungan dari instrumen lainnya,” katanya. (hm25)
























