Wednesday, July 1, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Impor Migas RI Tembus US$17,45 Miliar, Singapura Jadi Pemasok Utama

Mistar.idRabu, 1 Juli 2026 pukul 21.04 WIB
impor_migas_ri_tembus_us1745_miliar_singapura_jadi_pemasok_utama

Ilustrasi impor RI. (foto: CNBC/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor minyak dan gas (migas) Indonesia terus meningkat sepanjang 2026. Hingga akhir Mei, total impor migas mencapai US$17,45 miliar, naik 27,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan pada Mei 2026 saja nilai impor migas tercatat US$4,51 miliar, atau melonjak 70,78 persen secara tahunan (year on year).

Menurut Ateng, Singapura masih menjadi negara pemasok migas terbesar bagi Indonesia. Selama periode Januari hingga Mei 2026, nilai impor migas dari negara tersebut mencapai US$5,1 miliar, atau sekitar 29,38 persen dari total impor migas nasional.

"Utamanya dari Singapura, impor migas Januari–Mei 2026 sebesar US$5,1 miliar atau sekitar 29,38 persen terhadap total impor migas," ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Di posisi kedua terdapat Malaysia dengan nilai impor sekitar US$3,6 miliar, atau berkontribusi 20,54 persen terhadap total impor migas Indonesia. Sementara itu, Amerika Serikat menempati peringkat ketiga dengan nilai impor mencapai US$1,4 miliar, setara 8,28 persen dari total impor migas.

Ateng menjelaskan, komposisi negara pemasok migas Indonesia secara umum tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, terdapat satu negara yang mulai masuk dalam jajaran pemasok utama, yakni Brasil, yang kini menempati posisi keempat, terutama sebagai pemasok minyak mentah.

"Khusus untuk minyak mentah, Brasil naik menjadi peringkat keempat pada periode Januari–Mei 2026. Hanya Brasil yang mengalami kenaikan ke posisi tersebut," kata Ateng.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN