Ekonomi Asahan 2025 Tumbuh 4,60 Persen, Sektor Akomodasi dan Kuliner Jadi Motor Utama

Foto: Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Asahan, MISTAR.ID
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asahan menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Hal itu berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun wartawan, Senin (20/4/2026).
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nilai perekonomian daerah ini atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp63,14 triliun. Sementara itu, jika dihitung berdasarkan harga konstan tahun 2010, nilainya berada di angka Rp32,78 triliun.
“Secara keseluruhan, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asahan pada 2025 mencapai 4,60 persen,” ujar Dadan Supriadi, Kepala BPS Asahan, dalam keterangannya melalui berita resmi statistik yang dipublikasikan belum lama ini.
Capaian ini mencerminkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, meski masih menghadapi tantangan global dan nasional.
“Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 7,39 persen,” tambahnya.
Lonjakan ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata dan konsumsi domestik. Selain itu, sektor transportasi dan pergudangan juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 6,00 persen. Perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas barang dan jasa, serta aktivitas distribusi yang semakin aktif di wilayah tersebut.
Sektor jasa pendidikan turut memberikan kontribusi positif dengan pertumbuhan mencapai 5,96 persen. Hal ini menunjukkan peningkatan kebutuhan layanan pendidikan serta aktivitas pembelajaran yang semakin stabil.
Menanggapi capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asahan tahun 2025, pengamat ekonomi yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Royal, Hazlansyah Ramelan, menilai angka pertumbuhan 4,60 persen menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup baik, namun masih perlu diperkuat agar lebih berkelanjutan.
Menurutnya, pertumbuhan yang ditopang sektor akomodasi dan makan minum memang mencerminkan meningkatnya konsumsi masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada sektor konsumtif tidak cukup kuat untuk menopang ekonomi dalam jangka panjang.
“Pertumbuhan ini positif, tetapi perlu diimbangi dengan penguatan sektor produktif seperti pertanian, industri pengolahan, dan UMKM berbasis ekspor agar lebih tahan terhadap gejolak ekonomi,” ujarnya.
Hazlansyah juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur dan konektivitas untuk mendukung sektor transportasi dan pergudangan yang saat ini menunjukkan tren pertumbuhan cukup tinggi.
Selain itu, ia menilai sektor pendidikan yang tumbuh hampir 6 persen harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, investasi pada pendidikan akan memberikan dampak jangka panjang bagi daya saing daerah.
Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk lebih agresif menarik investasi serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan demikian, struktur ekonomi Asahan tidak hanya bertumpu pada konsumsi, tetapi juga diperkuat oleh sektor produksi yang berkelanjutan.
“Jika strategi ini dijalankan secara konsisten, maka pertumbuhan ekonomi Asahan ke depan tidak hanya stabil, tetapi juga lebih inklusif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Emas Kembali Naik, Cek Daftar LengkapnyaBERITA TERPOPULER


Prediksi Argentina vs Honduras: Albiceleste Diunggulkan Menang dalam Laga Pemanasan Piala Dunia 2026



















