Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Distribusi Belum Konsisten, Kenaikan Harga Cabai Merah Dipicu Pasokan Luar Sumut yang Minim

Mistar.idMinggu, 16 November 2025 15.53
journalist-avatar-top
AA
distribusi_belum_konsisten_kenaikan_harga_cabai_merah_dipicu_pasokan_luar_sumut_yang_minim

Sejumlah pedagang menjaga jualan cabai merah di Pasar Raya Medan Mega Trade Centre (MMTC) Kecamatan Percut Sei Tuan. (foto: Amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Fluktuasi harga komoditas pangan di Sumatera Utara (Sumut) kembali terjadi di akhir pekan, dengan kenaikan pada cabai merah yang dipicu minimnya pasokan dari luar wilayah. Di sisi lain, harga daging ayam dan telur ayam juga ikut tertekan naik akibat lonjakan harga pakan jagung.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menjelaskan kenaikan harga cabai merah pada hari Minggu dipicu kurangnya kiriman dari provinsi tetangga.

"Kenaikan harga cabai dipicu oleh minimnya pasokan cabai dari luar wilayah Sumut. Di mana belakangan ini pasokan cabai merah dari Sumbar, Aceh dan Jawa masih mendistribusikan cabai merah ke Sumut," kata Gunawan, Minggu (16/11/2025).

Meskipun demikian, produksi cabai merah di Sumut sebenarnya menunjukkan peningkatan berkat panen dari wilayah Sidikalang, Pakpak Bharat, hingga Tapanuli Tengah.

Gunawan mencatat pasokan dari ketiga daerah ini mampu mengurangi kebutuhan impor cabai merah Sumut sekitar 9 hingga 10 ton per hari, menekan kebutuhan dari luar Sumut menjadi 20 hingga 30 ton per hari. Namun, distribusi dari ketiga wilayah tersebut ke Kota Medan belum sepenuhnya konsisten.

Gunawan menyoroti masalah harga pakan yang menahan penurunan harga komoditas protein. Harga daging ayam terpantau stabil dalam rentang Rp30.000 hingga Rp37.000 per kilogram (kg) setelah mengalami kenaikan di bulan November ini.

"Harga daging ayam sulit untuk turun di tengah kenaikan harga pakan dari jagung yang naik dari Rp6.400 menjadi Rp6.900 per kg di pekan ini," katanya.

Kenaikan harga jagung turut memicu kenaikan harga telur ayam. Harga telur naik dari kisaran Rp1.600 hingga Rp2.100 per butir menjadi Rp1.600 hingga Rp2.200 atau Rp2.300 per butirnya. Untuk komoditas pangan lainnya, Gunawan mencatat pergerakan yang relatif stabil. Cabai rawit dan cabai hijau stabil dalam rentang Rp20.000 hingga Rp30.000 per kg.

Bawang merah dan bawang putih, berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp35.000 per kg. Beras bertahan di level Rp13.300 hingga Rp13.800 per kg di tingkat kilang. Gula pasir dan minyak goreng curah relatif stabil dalam rentang Rp17.000 hingga Rp18.500 per kg. Tomat justru mengalami penurunan harga di kisaran Rp5.000 hingga Rp7.000 per kg.

"Secara keseluruhan, sejumlah harga yang terbentuk ini cenderung lebih mahal dibandingkan beberapa hari sebelumnya, dengan cabai merah, daging ayam, dan telur ayam menjadi komoditas penyumbang kenaikan dominan. Namun, cabai merah secara rata-rata di bulan November masih lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga berpeluang menyumbang deflasi," ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN