Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai di Pasar Medan Bergerak Berbeda-beda, Bawang Merah Kembali Naik

Mistar.idMinggu, 16 November 2025 15.17
journalist-avatar-top
AA
harga_cabai_di_pasar_medan_bergerak_berbedabeda_bawang_merah_kembali_naik

Seorang pedagang menjajakan cabai merah di Pasar Raya Medan Mega Trade Centre (MMTC) Kecamatan Percut Sei Tuan. (foto: Amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Fluktuasi harga komoditas pangan di pasar tradisional Kota Medan hari ini menunjukkan pergerakan yang berbeda-beda pada harga cabai, sedangkan harga bawang merah terus merangkak naik.

Di Pasar Petisah Medan, pedagang Nur menyampaikan adanya kenaikan signifikan pada harga cabai merah dan cabai rawit.

"Bawang merah dan bawang putih hari ini stabil, masing-masing di harga Rp33.000 dan Rp32.000 per kilogram (kg). Tapi cabai merah naik lagi, dari Rp58.500 sekarang sudah jadi Rp60.000 per kg," katanya, Minggu (16/11/2025).

Dia juga mencatat kenaikan tajam pada cabai rawit, dari Rp28.000 menjadi Rp31.000 per kg. Selain itu, kenaikan harga bawang merah yang konsisten dalam beberapa hari terakhir di kedua pasar menjadi sinyal adanya tekanan pada komoditas bumbu dapur utama tersebut.

"Pergerakan harga ini sangat cepat, membuat kami harus selalu waspada saat menentukan harga jual. Apalagi bawang merah ini terus naik, sementara daya beli masyarakat juga harus dijaga," ujar Nur.

Saat ini, Nur sebagai pedagang merasa cukup khawatir terhadap stabilitas harga menjelang akhir pekan. Namun, kondisi berbeda terjadi di Pasar Kampung Lalang, di mana pedagang Anju justru mencatat penurunan harga cabai merah.

"Cabai merah turun, dari Rp53.000 sekarang jadi Rp51.000 per kg. Tapi bawang merah yang naik lagi, dari Rp31.000 sekarang sudah Rp32.000," ucapnya.

Anju juga menambahkan harga bawang putih stabil di Rp32.000 per kg, dan harga cabai rawit juga stabil di Rp28.000 per kg, setelah sebelumnya mengalami kenaikan.

Perbedaan harga yang mencolok antara kedua pasar ini, terutama pada cabai merah dan cabai rawit, mengindikasikan adanya kendala distribusi atau perbedaan stok dan supply dari sentra produksi yang diterima masing-masing pedagang.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN