Bulog Sumut Siapkan 4.156 Ton Jagung SPHP, Difokuskan untuk Peternak Ayam Petelur

Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, memberikan penjelasan mengenai rencana penyaluran jagung SPHP bagi peternak di Medan. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara bersiap menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk komoditas jagung. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah untuk menekan biaya produksi di tingkat peternak yang diharapkan berdampak pada stabilnya harga telur ayam di pasaran.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengungkapkan saat ini pihaknya telah mengantongi data dan berkoordinasi secara intensif dengan dinas terkait serta para pelaku usaha ternak.
Budi memastikan ketersediaan jagung di gudang Bulog Sumut saat ini berada dalam kondisi sangat mencukupi. Dengan stok yang ada, Bulog mampu memenuhi permintaan peternak untuk jangka waktu yang cukup panjang.
“Kami memiliki stok kurang lebih 4.156 ton jagung. Jumlah ini sangat cukup untuk dua kali penyaluran, bahkan untuk kebutuhan dua bulan ke depan kita masih sangat aman,” kata Budi, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Pemerintah Setujui Rp5 Triliun untuk 100 Gudang Bulog, Gunakan Teknologi Penyimpanan Modern
Penyaluran jagung SPHP ini akan difokuskan khusus kepada para peternak ayam petelur guna menjaga struktur biaya pakan mereka tetap kompetitif di tengah fluktuasi harga bahan baku.
“Total ada 31 peternak telur yang masuk dalam daftar penerima. Kami sudah diberikan akses koordinasi langsung dengan para peternak dan dinas terkait untuk rencana penyaluran ini,” ucapnya.
Meskipun stok dan data penerima sudah siap, Bulog Sumut masih menunggu regulasi teknis dan instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait waktu peluncuran penyaluran tersebut.
“Harapan kami tentu bisa segera disalurkan. Saat ini masih dibahas di tingkat pusat. Namun, informasi yang kami terima, kemungkinan besar dalam 2 hingga 3 minggu ke depan program SPHP jagung ini sudah bisa segera kita jalankan,” ujar Budi.
Melalui program ini, pemerintah berharap beban operasional peternak dapat berkurang sehingga harga telur ayam di tingkat konsumen tidak mengalami lonjakan yang memberatkan daya beli masyarakat Sumatera Utara. (hm25)
BERITA TERPOPULER






















