BPS: Neraca Perdagangan Sumut Semester I 2026 Surplus 3,59 Miliar Dolar AS

Ilustrasi neraca perdagangan di Sumut. (Foto: Gemini)
Medan, MISTAR.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat neraca perdagangan luar negeri Sumut secara akumulatif pada periode Januari hingga Juni 2026 mengalami surplus sebesar 3.590,27 juta dolar AS atau sekitar 3,59 miliar dolar AS.
Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, mengatakan surplus tersebut terjadi karena performa ekspor daerah yang kuat. Pada Juni 2026, neraca perdagangan Sumut surplus sebesar 693,71 juta dolar AS atau naik 26,80 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni sekitar 547,10 juta dolar AS pada Juni 2025.
Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di Sumut pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 6.532,55 juta dolar AS atau naik 12,21 persen dibanding periode yang sama pada 2025.
Misfaruddin menjabarkan, pendorong utama kenaikan ekspor berasal dari beberapa golongan barang utama, seperti berbagai produk kimia yang naik 22,37 persen menjadi 196,07 juta dolar AS serta lemak dan minyak hewan/nabati yang naik 7,04 persen menjadi 165,33 juta dolar AS.
Sementara itu, penurunan terbesar terjadi pada komoditas tembakau, yakni 14,61 persen menjadi 20,18 juta dolar AS, diikuti buah-buahan yang turun 10,08 persen menjadi 13,28 juta dolar AS.
"Kemudian, ekspor ke Asia di luar ASEAN menjadi yang terbesar, yaitu 38,68 persen. Negara tujuan ekspor utama dengan nilai 1.111,79 juta dolar AS masih didominasi oleh Tiongkok, kemudian Amerika Serikat sebesar 920,77 juta dolar AS, dan India sebesar 459,45 juta dolar AS," katanya, Selasa (4/8/2026).
Kemudian, nilai impor Sumut juga naik. Total impor atas dasar CIF (cost, insurance, and freight) pada Januari hingga Juni 2026 tercatat sebesar 2.942,28 juta dolar AS atau naik 11,07 persen secara tahunan.
Dari sisi penggunaan barang, impor barang konsumsi naik tajam hingga 52,18 persen, disusul bahan baku/penolong yang naik 11,82 persen. Sebaliknya, impor barang modal justru turun sekitar 26,46 persen.
Komoditas bahan bakar mineral menjadi penyumbang kenaikan impor tertinggi, yaitu sebesar 218,96 juta dolar AS atau 52,39 persen. Sementara itu, negara pemasok barang impor terbesar ke Sumut adalah Tiongkok dengan porsi 27,48 persen, disusul Singapura 15,32 persen, dan Malaysia 14,20 persen.
Selanjutnya, dalam perdagangan luar negeri, Sumut mencatat surplus dengan sejumlah negara, namun juga mengalami defisit dengan beberapa negara mitra lainnya.
Surplus perdagangan terjadi dengan Amerika Serikat sebesar 739,18 juta dolar AS, India 341,58 juta dolar AS, Jepang 314,46 juta dolar AS, Tiongkok 303,38 juta dolar AS, dan Belanda 189,19 juta dolar AS.
Sementara itu, defisit perdagangan terjadi dengan Singapura sebesar 394,82 juta dolar AS, Malaysia 189,15 juta dolar AS, Argentina 50,28 juta dolar AS, Australia 36,05 juta dolar AS, dan Belarus 28,07 juta dolar AS. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Sayur Meroket di Pematangsiantar, Buncis Rp13.000 per Kg























