Monday, August 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Inflasi Sumut Juli 2026 Capai 4,20 Persen, BPS: Kondisi Harga Lebih Terkendali Dibanding 2025

Mistar.idSenin, 3 Agustus 2026 pukul 16.09 WIB
inflasi_sumut_juli_2026_capai_420_persen_bps_kondisi_harga_lebih_terkendali_dibanding_2025

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Musfaruddin. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID — Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami inflasi secara bulanan dan tahunan. Angka tersebut dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi Sumut pada Juli 2026 sebesar 0,19 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 4,20 persen. Adapun inflasi tahun kalender berjalan (year-to-date/ytd) dari Januari hingga Juli 2026 berada di level 1,09 persen.

Inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sebelas kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,14 persen serta mengalami inflasi kelompok sebesar 5,95 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,54 persen dan inflasi kelompok sebesar 8,66 persen.

Meski inflasi tahunan (yoy) tergolong tinggi, BPS Sumut menyebut kondisi perekonomian dan stabilitas harga pada 2026 jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Musfaruddin, menjelaskan tingginya angka inflasi tahunan dipengaruhi gejolak harga yang sangat tinggi pada 2025.

"Kalau dilihat inflasi dari Januari sampai Juli 2026 yang baru 1,09 persen, itu jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Fluktuasi harga tahun lalu sangat tinggi. Kondisi inflasi yang sudah kita lalui di 2026 ini jauh lebih terkendali dibandingkan Januari sampai Juli 2025," kata Musfaruddin, Senin (3/8/2026).

Musfaruddin mengatakan BPS tetap optimistis inflasi tahunan akan menurun dan terkendali hingga akhir Desember 2026.

Berdasarkan data BPS, kenaikan harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas pangan, seperti cabai, menjadi faktor utama pendorong inflasi Sumut pada Juli 2026.

Lima komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan adalah cabai rawit sebesar 0,17 persen, beras 0,07 persen, tomat 0,06 persen, bensin 0,05 persen, dan daging ayam ras 0,03 persen.

Sementara itu, komoditas yang memberi andil terbesar terhadap inflasi tahunan ialah emas perhiasan sebesar 0,46 persen, cabai merah 0,37 persen, cabai rawit 0,32 persen, tomat 0,23 persen, dan bensin 0,22 persen.

"Terdapat sejumlah komoditas yang berhasil meredam inflasi dengan menyumbang deflasi. Secara tahunan, harga bawang merah mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,28 persen. Penurunan harga ini juga menjadi penyumbang deflasi terbesar secara bulanan dengan andil 0,17 persen pada Juli 2026," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN