Airlangga: Ekspor Listrik ke Singapura Belum Bisa Direalisasikan Tahun Ini

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto. (Dokumentasi Humas Kemenko Perekonomian)
Jakarta, MISTAR.ID
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura belum dapat direalisasikan pada tahun 2026. Pemerintah masih membutuhkan waktu untuk membangun infrastruktur pendukung sebelum kebijakan tersebut dapat dijalankan.
Menurut Airlangga, pembangunan fasilitas yang dibutuhkan untuk ekspor listrik diperkirakan memakan waktu antara satu hingga satu setengah tahun.
"Tidak (bisa dilakukan tahun ini). Bangun fasilitasnya butuh waktu setidaknya 1 sampai 1,5 tahun untuk diimplementasikan," ujar Airlangga, seperti dilansir dari CNBC Indonesia.
Ia mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan evaluasi teknis terkait rencana ekspor listrik tersebut bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Saya pikir untuk hal ini, kami masih evaluasi dengan Menteri ESDM. Harapannya, saat pertemuan pemimpin tadi, kita bisa finalisasi implementasi dari MoU yang sudah ditandatangani tahun lalu," katanya.
Rencana ekspor listrik ke Singapura merupakan bagian dari kerja sama energi yang telah dibahas dalam pertemuan Leaders' Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Dalam kerja sama tersebut, Indonesia berencana mengekspor listrik sebesar 3 gigawatt (GW) ke negara tetangga tersebut.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut nilai investasi yang dibutuhkan untuk mendukung proyek ekspor listrik tersebut mencapai sekitar US$10 miliar.
"Total investasinya minimal dalam perhitungan kami yang sudah kami bangun ini sekitar US$10 miliar, minus kawasan industri," ujar Bahlil usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan PM Singapura Lawrence Wong.
Pemerintah berharap seluruh aspek teknis dan infrastruktur dapat disiapkan terlebih dahulu sehingga implementasi ekspor listrik ke Singapura dapat berjalan sesuai rencana pada tahun-tahun mendatang. (hm25)























