Thursday, June 11, 2026
home_banner_first
MEDAN

Harga Pertamax Naik, DPRD Medan Minta Pengawasan BBM Bersubsidi Diperketat

Mistar.idKamis, 11 Juni 2026 17.13
EH
RF
harga_pertamax_naik_dprd_medan_minta_pengawasan_bbm_bersubsidi_diperketat

Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Zulham Effendi. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax secara tidak langsung mempengaruhi psikologi masyarakat. Dibuktikan dengan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hingga hari ini, Kamis (11/6/2026).

Politisi PKS sekaligus anggota DPRD Kota Medan, Zulham Efendi, meminta pemerintah semakin memperketat pengawasan di lapangan.

“Meski tersedia, masyarakat harus mengantre dalam waktu yang cukup lama untuk mendapatkannya. Begitu juga dengan Solar. Kita minta pengawasan diperketat lagi," ujar Zulham, Kamis (11/6/2026).

Dikatakannya, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar merupakan kebutuhan penting bagi berbagai sektor usaha dan transportasi yang menopang pergerakan ekonomi. Karena itu, ketersediaannya harus tetap terjaga agar tidak menghambat kegiatan masyarakat.

"Pemerintah harus mengantisipasi hal ini dengan serius. Jangan sampai persoalan kelangkaan atau antrean panjang BBM bersubsidi ini berpengaruh dan berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat," katanya.

Menurutnya, pengendalian distribusi dan pengawasan yang efektif akan membantu menjaga ketersediaan stok serta mengurangi potensi penyalahgunaan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.

"Kita mendorong agar penggunaan BBM bersubsidi, khususnya Solar dikontrol dengan ketat. Pastikan yang menikmati subsidi benar-benar masyarakat dan sektor yang berhak, sehingga stok tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," tuturnya.

Zulham berharap pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan lancar.

“Kita tidak ingin aktivitas ekonomi masyarakat terganggu, ini harus dijaga. Begitu juga dan pelayanan di SPBU diharapkan bisa kembali normal. Pemerintah harus bisa menjamin bahwa stok masih aman,” ucap pria yang duduk di Komisi IV DPRD Kota Medan ini. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN