Monday, July 13, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Tips Menyimpan Daging Kurban agar Awet dan Tidak Bau

Mistar.idRabu, 27 Mei 2026 pukul 05.30 WIB
tips_menyimpan_daging_kurban_agar_awet_dan_tidak_bau

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Momen Iduladha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah melimpah. Daging sapi maupun kambing biasanya langsung diolah menjadi sate, gulai, rendang, hingga tongseng untuk dinikmati bersama keluarga.

Namun, tanpa penanganan yang tepat, daging kurban bisa cepat rusak, berbau prengus, bahkan memiliki tekstur alot saat dimasak. Karena itu, masyarakat diimbau memperhatikan cara penanganan dan penyimpanan daging kurban agar kualitasnya tetap terjaga.

Melansir Detikfood, salah satu langkah penting adalah membersihkan daging sebelum disimpan atau dimasak. Chef Degan Septoadji dan Chef Stefu Santoso menyarankan daging dicuci menggunakan air mengalir secukupnya untuk membersihkan sisa darah, serpihan tulang, dan kotoran yang menempel selama proses pemotongan maupun distribusi.

Setelah dicuci, daging sebaiknya langsung ditiriskan hingga tidak terlalu basah. Kelembapan berlebih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan menurunkan kualitas daging.

Selain itu, daging kurban dianjurkan segera disimpan di dalam freezer agar lebih tahan lama. Daging yang terlalu lama berada di suhu ruang berisiko terkontaminasi mikroba dan cepat rusak.

Pada suhu kulkas biasa sekitar 4 derajat Celsius, daging hanya mampu bertahan selama dua hingga tiga hari. Sementara jika disimpan di freezer dengan suhu di bawah minus 18 derajat Celsius, daging dapat bertahan hingga satu sampai dua bulan.

Untuk mengurangi aroma prengus, masyarakat juga dapat menggunakan bahan alami sebagai marinasi seperti jahe, nanas, atau pepaya muda. Jahe membantu menyamarkan bau amis, sedangkan pepaya muda mengandung enzim papain yang dapat membuat daging lebih empuk.

Daging dapat dilumuri parutan jahe atau dibungkus daun pepaya selama 15 hingga 30 menit sebelum dimasak. Namun, marinasi tidak disarankan terlalu lama karena dapat membuat tekstur daging menjadi terlalu lembek.

Selain itu, daging, tulang, dan jeroan sebaiknya dipisahkan sejak awal penyimpanan. Jeroan diketahui lebih cepat rusak dan memiliki aroma lebih tajam dibandingkan daging biasa.

Penyimpanan dalam porsi kecil juga disarankan agar saat akan digunakan, masyarakat hanya mencairkan daging secukupnya tanpa harus membekukan ulang sisa daging lainnya.

Sementara untuk mencairkan daging beku, metode yang dianjurkan adalah memindahkannya dari freezer ke chiller semalaman sebelum dimasak. Cara tersebut dinilai lebih aman untuk menjaga tekstur dan kualitas daging.

Jika ingin lebih cepat, daging dapat direndam menggunakan air dingin dalam kondisi masih terbungkus rapat. Proses beku-cair berulang tidak dianjurkan karena dapat merusak tekstur daging dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN