Tren Kurban Iduladha di Pematangsiantar: Antara Tantangan Ekonomi dan Berkah Sapi Limosin 906 Kg dari Presiden Prabowo

Jelang Iduladha, permintaan hewan kurban di Pematangsiantar menurun. (Foto: Abdi/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/5/2026), persiapan ibadah kurban di Kota Pematangsiantar terus dimatangkan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 835 ekor sapi dan 214 ekor kambing siap disembelih di 170 masjid dari total 200 masjid yang ada di Kota Pematangsiantar.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pematangsiantar, Drs H M Natsyir Armaya Siregar, mengungkapkan jumlah tersebut masih bersifat dinamis meski diperkirakan tidak mengalami penambahan signifikan.
“Jumlah tersebut sebenarnya masih bisa bertambah, tetapi kemungkinan hanya beberapa ekor saja menjelang hari-H,” ujar Natsyir kepada Mistar, Selasa (26/5/2026).
Jika dibandingkan tahun 2025, jumlah hewan kurban di Kota Pematangsiantar tahun ini mengalami sedikit penurunan. DMI menilai kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil menjadi salah satu faktor menurunnya partisipasi masyarakat dalam berkurban.
Saat ini, biaya patungan untuk satu ekor sapi yang dibagi kepada tujuh orang berkisar Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta per orang. Nilai tersebut dinilai cukup berat bagi sebagian masyarakat sehingga berdampak pada jumlah hewan kurban di tingkat masjid.
Sapi Kurban Presiden dan Bantuan Kapolri
Meski secara jumlah mengalami penurunan, antusiasme masyarakat tetap tinggi dengan adanya bantuan hewan kurban dari tokoh nasional.
Natsyir mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan seekor sapi jenis limosin dengan bobot mencapai 906 kilogram yang akan disembelih di Masjid Amaliah, Jalan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari. Sapi tersebut dibeli langsung dari peternak lokal di Kecamatan Siantar Martoba.
“Ada juga bantuan hewan kurban dari Kapolri yang akan disembelih di Masjid Nurul Ikhwan, Jalan Farel Pasaribu, Kecamatan Siantar Marihat. Namun untuk bobot sapinya belum diketahui secara rinci,” katanya.
Terkait kelayakan konsumsi dan pemenuhan syariat Islam, DMI Pematangsiantar menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban bebas dari penyakit menular.
“Kalau tahun lalu pihak dinas turun langsung ke lapangan. Untuk tahun ini saya belum mengetahui jadwal pastinya, tetapi laporan yang kami terima situasinya cukup aman. Tidak ada wabah menonjol seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada tahun lalu,” jelasnya.
Imbauan Pemerataan Distribusi Daging Kurban
Menutup keterangannya, Natsyir berharap seluruh proses penyembelihan hewan kurban dapat berjalan aman, lancar, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Ia juga mengimbau masjid yang memiliki jumlah hewan kurban melimpah agar bersedia berbagi dengan wilayah yang minim hewan kurban.
“Iduladha adalah momentum berbagi. Jika ada daerah yang hewan kurbannya sangat banyak, sebaiknya dikoordinasikan untuk didistribusikan ke daerah yang kekurangan agar seluruh masyarakat Siantar bisa merasakan berkah yang sama,” tuturnya.






















