Sejumlah SD di Medan Mulai Berbenah Jelang Tes Kompetensi Akademik Perdana

Siswa UPT SDN 060818 sedang bersiap mengikuti TKA. (foto: susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Sejumlah sekolah dasar (SD) di Medan mulai bersiap menyambut pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) perdana. Hal itu dilakukan SD Negeri 064029 dan SD Negeri 060818 Medan.
Plt Kepala SDN 064029 Medan, Melda Siregar, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak tahap gladi resik. “Karena ini perdana, kami kemarin sudah persiapannya mulai dari gladi. Pertama kita menambah daya internet,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia mengakui saat gladi resik sempat ditemukan kendala jaringan yang diduga berasal dari pusat. Meski demikian, pihak sekolah telah mengantisipasi dengan pengaturan sesi pelaksanaan.
“Ini berharapnya mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Makanya kita ambil gelombang satu namun kita sesi dua, tiga, dan empat,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan, sekolah menyediakan 25 unit laptop yang sebagian merupakan pinjaman dari guru maupun hasil koordinasi dengan sekolah lain. Adapun jumlah peserta TKA di sekolah tersebut mencapai 68 siswa kelas enam, terdiri dari 35 laki-laki dan 33 perempuan, dan seluruhnya dipastikan mengikuti ujian setelah mendapat persetujuan orang tua.
Melda menambahkan, persiapan akademik juga dilakukan melalui latihan rutin dan try out. “Kami ada setiap hari Sabtu untuk persiapan TKA. Guru kelas enam terutamanya memang sudah membuat beberapa kali semacam les, kemudian sudah dua kali mengadakan try out, baik secara online maupun non-online,” tuturnya lagi.
Ia juga menegaskan sejak awal sosialisasi kepada siswa dan orang tua sudah ditekankan bahwa TKA bukan penentu kelulusan. “Hanya untuk mengukur kemampuan siswa saja. Tapi bukan bukan berarti tidak berusaha ya,” ucapnya.
Melda berharap TKA dapat menjadi tolok ukur kemampuan siswa sekaligus mendorong kerja sama antara sekolah dan orang tua.
Sementara itu, Kepala UPT SDN 060818 Medan, Sampe Delima, mengatakan keterbatasan perangkat tidak menghalangi kesiapan sekolahnya. Dengan hanya memiliki 15 laptop, pelaksanaan TKA diatur selama empat hari dengan beberapa sesi per harinya yang diikuti total siswa sebanyak 54 orang.
“Penyediaan laptopnya juga kebetulan sekolah punya ada sembilan, jadi kekurangannya dipinjam dari guru,” tuturnya.
Selain kesiapan sarana, sekolah juga membekali siswa dengan latihan penggunaan teknologi, termasuk membiasakan mereka menggunakan perangkat digital. “Kemarin minta tolong bawa HP sendiri biar bisa dia terbiasa menggunakan IT ini,” ujarnya.
Berbeda dengan kekhawatiran yang muncul pada siswa di jenjang lebih tinggi, Sampe Delima menilai anak didiknya justru tampak percaya diri menghadapi TKA. “Mereka PD (percaya diri). Nggak begitu tegang. Jadi untuk masalah-masalah ini mereka biasa saja,” katanya sembari tertawa kecil.
Ia berharap pelaksanaan TKA tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga meningkatkan kemampuan siswa, khususnya dalam penggunaan teknologi dan semangat belajar. “Mudah-mudahan anak-anak ini lebih mengerti cara penggunaan IT, kemudian mereka juga dapat belajar lebih giat lagi. Karena semakin tinggi tingkat sekolahnya, itu semakin banyak yang harus dimengerti oleh anak-anak,” tuturnya.
PREVIOUS ARTICLE
Pemda Beri Sanksi Pelanggaran Pelaksanaan TKA 2026BERITA TERPOPULER






















