Dinkes Pematangsiantar Temukan Tujuh Kasus Difteri, Dua Dirawat di RS

Kantor Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar. (Foto: Dok. Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar mencatat tujuh kasus difteri yang tersebar di beberapa kecamatan, Kamis (23/7/2026).
Jumlah penderita itu merupakan akumulasi sejak Mei hingga Juli 2026. Saat ini terdapat pula dua pasien yang tengah menjalani perawatan.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Misran Pais, mengatakan sebaran kasus ditemukan di Kecamatan Siantar Utara, Marimbun, Matoba, Marihat, Kecamatan Siantar Silatasari.
Bahkan, surveilans epidemiologi telah dilakukan untuk memeriksa orang yang miliki riwayat kontak erat dengan pasien.
"Langkah utama memastikan setiap kasus tertangani dan melakukan pelacakan kontak, serta perkuat cakupan vaksinasi dan imunisasi kepada masyarakat," ujar Misran Pais.
Secara rinci, tujuh kasus difteri yang terjadi berada di Kecamatan Siantar Utara dan Kecamatan Siantar Marimbun dengan dua kasus. Kemudian, Kecamatan Martoba, Siantar Marihat, dan Siantar Sitalasari masing-masing satu kasus.
"Untuk yang dirawat saat ini ada dua orang di RSUD Djasamen dan Vita Insani. Ini pasien yang baru. Kita semalam sudah melakukan vaksinasi dan pemberian obat buat yang kontak erat dengan si penderita," ujarnya lagi.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Difteri, seiring terbitnya surat edaran peningkatan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap kasus Difteri.
Untuk gejala bisa ditandai dengan demam ringan, nyeri saat menelan dan munculnya selaput putih pada tenggorokan atau amandel, serta sesak napas disertai bunyi, dan pembengkakan pada leher.
Adapun langkah dan upaya untuk antisipasi dan deteksi dini dapat dilakukan masyarakat yakni, lengkapi imunisasi anak, dan pastikan anak-anak mendapatkan imunisasi rutin lengkap (DPT-HB-Hib, DT, dan Td) sesuai usianya.[]
























