Monday, June 8, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Sejumlah Siswa SD Akui Tegang Saat TKA Hari Pertama: Waktunya Dianggap Terlalu Sedikit

Mistar.idSenin, 20 April 2026 19.23
journalist-avatar-top
SH
sejumlah_siswa_sd_akui_tegang_saat_tka_hari_pertama_waktunya_dianggap_terlalu_sedikit_

Siswa SDN 064029 Medan saat sedang bersiap mengikuti TKA. (foto: susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pelaksanaan hari pertama Tes Kompetensi Akademik (TKA) di tingkat sekolah dasar diwarnai rasa tegang yang dirasakan siswa. Meski begitu, mereka tetap optimis dengan hasil yang diperoleh setelah menyelesaikan ujian.

Abie Farihan, 12 tahun, siswa kelas 6 SDN 064029 Medan mengaku sempat merasa tegang saat mengerjakan soal matematika yang menjadi ujian TKA pertama hari ini. Ia sempat mengira soal yang diberikan lumayan sulit, namun saat perlahan dikerjakan ternyata tidak sesulit yang dibayangkan di awal.

“Sebenarnya tegang rasanya. Karena soalnya mungkin terlalu susah, ternyata tidak terlalu. Selesai dikerjakan agak sedikit lega,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia juga mengaku optimis dengan hasil ujiannya. Menurutnya, TKA merupakan hal yang positif karena dapat menguji kemampuan siswa. Abie berharap pelaksanaan TKA dapat terus berlanjut ke depan.

“Tadi ada kendala sewaktu login, karena sinyal. Kendala lainnya di waktu. Kurang banyak waktunya,” katanya sembari tertawa kecil.

Intan Khalisa Syakira, 13 tahun, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku sempat gugup di awal ujian. “Pertamanya jantungan, pas akhir-akhir ujiannya itu kayak udah lumayan tenang,” ujarnya.

Ia menyebut soal yang diujikan masih bisa dikerjakan karena sesuai dengan latihan sebelumnya. “Soalnya sesuai juga kok sama yang waktu try out beberapa waktu lalu, jadi masih bisa dikerjakan,” katanya.

Intan mengaku agak lebih tenang karena sebelumnya sudah disosialisasikan pihak sekolah bahwa TKA bukan sebagai penentu kelulusan, melainkan untuk mengukur kemampuan siswa. “Kemampuan kita itu dites, bukan untuk masuk kita ke SMP tapi untuk menguji kita aja,” ujarnya.

Anak ketiga dari tiga bersaudara itu juga mengaku tidak mengalami kendala berarti selama ujian berlangsung.

Di sisi lain, Proktor TKA di UPT SDN 064029, Esa Istihawani, menyebutkan gangguan jaringan menjadi hambatan utama pada awal pelaksanaan TKA hari pertama.

“Tadi kendala kami memang di jaringan sih. Karena tadi agak membal, ada yang sudah masuk, log out lagi gitu-gitu. Terus jaringan tadi agak susah juga,” ujarnya. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya menggunakan hotspot sebagai alternatif.

Ia menambahkan kesiapan perangkat juga menjadi perhatian, termasuk menyiapkan laptop cadangan jika terjadi kendala. “Kalau misalnya laptop ada yang lelet, itu pasti kita cari cadangan laptop,” katanya.

Dalam pelaksanaannya di SDN 064029 Medan, sebanyak 25 siswa mengikuti ujian pada satu sesi, dengan perangkat yang merupakan gabungan dari milik sekolah, guru, hingga pinjaman dari sekolah lain. “Kami pinjam chromebook dari SD 17. Ada 15 kami pinjam, sisanya pakai laptop sekolah sama laptop guru,” ujarnya.

Sebagai salah satu pemantau teknis di ruangan, Esa juga melihat beragam respons siswa saat ujian berlangsung, mulai dari yang tenang hingga yang kesulitan.

“Memang ada yang agak kesulitan, ada yang tenang. Ada juga yang wajahnya tampak tegang, jantungan dia,” katanya sembari tersenyum mengingat wajah anak-anak didiknya tersebut.

Meski demikian, ia menilai pelaksanaan TKA memberikan manfaat bagi siswa dalam mengukur kemampuan akademik mereka selama menempuh pendidikan di jenjang SD.

Untuk diketahui, TKA pada jenjang SD dan SMP menguji dua mata pelajaran yaitu Matematika dan bahasa Indonesia dengan tujuan meningkatkan literasi numerasi. Dalam satu mata pelajaran, disediakan 30 soal yang harus dijawab dalam kurun waktu 60 menit.

Usai menjawab TKA, siswa akan lanjut mengisi Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) untuk mengukur kualitas pembelajaran di satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga pendidikan menengah.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN