Thursday, July 23, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Inter Miami Kalahkan Chicago Fire 3-2, Suarez Bersinar dan Plambeck Jadi Penentu

Mistar.idKamis, 23 Juli 2026 pukul 08.51 WIB
inter_miami_kalahkan_chicago_fire_32_suarez_bersinar_dan_plambeck_jadi_penentu

Ilustrasi, Inter Miami Kalahkan Chicago Fire 3-2, Suarez Bersinar dan Plambeck Jadi Penentu. (foto:mls/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (23/7/2026) – Inter Miami meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Chicago Fire dalam lanjutan Major League Soccer (MLS) di Nu Stadium, Miami, Kamis (23/7/2026) pagi WIB. Laga berlangsung sengit sejak menit awal hingga injury time, diwarnai gol bunuh diri, penalti, aksi gemilang Luis Suarez, hingga gol kemenangan dari pemain pengganti Preston Plambeck.

Tiga poin ini menjadi modal penting bagi Inter Miami untuk menjaga persaingan di papan atas Wilayah Timur MLS. Menariknya, kemenangan tersebut diraih tanpa kehadiran Lionel Messi yang masih menjalani masa istirahat usai membela Argentina di Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, debut Robert Lewandowski bersama Chicago Fire belum berakhir manis. Striker asal Polandia itu belum mampu mencetak gol dan ditarik keluar pada babak kedua.

Gol Bunuh Diri Warnai Awal Pertandingan

Chicago Fire membuka keunggulan pada menit ke-18 melalui gol bunuh diri yang sangat jarang terjadi.

Kiper Inter Miami, Rocco Rios Novo, melakukan kesalahan fatal saat menerima backpass dari Ian Fray. Upaya mengoper bola dengan sentuhan pertama justru meluncur ke gawangnya sendiri tanpa mampu dihentikan.

Kesalahan tersebut sempat membuat tuan rumah kehilangan momentum. Namun, Inter Miami mampu bangkit dengan cepat dan mulai mengambil alih jalannya pertandingan.

Penalti Suarez Ubah Arah Laga

Momentum berubah pada menit ke-26 ketika David Ruiz dijatuhkan Jack Elliott di dalam kotak penalti.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Luis Suarez yang dipercaya menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Striker Uruguay itu mengirim Chris Brady bergerak ke arah yang salah sebelum bola bersarang di dalam gawang melalui pantulan tiang.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Inter Miami.

Kombinasi Suarez-Berterame Jadi Pembeda

Inter Miami membalikkan keadaan enam menit setelah babak kedua dimulai.

Suarez membangun serangan cepat sebelum memberikan bola kepada Germán Berterame. Penyerang asal Meksiko itu kemudian mengembalikan bola dengan backheel cerdas yang langsung disambut Suarez melalui tendangan first time ke sudut bawah gawang.

Gol tersebut menjadi salah satu momen terbaik pertandingan karena memperlihatkan kualitas kerja sama dua penyerang Inter Miami.

Menurut data pertandingan, peluang itu memiliki nilai Expected Goals (xG) sebesar 0,45, namun kualitas penyelesaian Suarez menghasilkan Expected Goals on Target (xGOT) mencapai 0,94, menandakan eksekusi yang hampir sempurna.

Super-Sub Chicago Langsung Beri Dampak

Chicago Fire tidak menyerah begitu saja.

Pelatih Gregg Berhalter memasukkan Puso Dithejane pada menit ke-63, dan keputusan tersebut langsung membuahkan hasil.

Empat menit berselang, Dithejane memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kanan yang bersarang di pojok bawah gawang Inter Miami.

Gol tersebut membuat skor kembali imbang 2-2 dan membuka peluang bagi Chicago untuk mencuri poin di kandang lawan.

Plambeck Jadi Pahlawan di Menit Akhir

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Inter Miami kembali menunjukkan mentalitasnya.

Pada menit ke-87, Luis Suarez melepaskan tembakan keras yang hanya mampu ditepis Chris Brady. Bola muntah langsung disambar Preston Plambeck menjadi gol.

Gol tersebut menjadi gol perdana Plambeck bersama Inter Miami sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi tim tuan rumah.

Chicago sebenarnya masih memiliki peluang menyamakan kedudukan pada masa injury time. Namun, Robin Lod gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang, sementara tendangan bebas Anton Saletros pada menit ke-98 melambung di atas mistar.

Tak lama kemudian, wasit meniup peluit panjang.

Debut Lewandowski Belum Berbuah Manis

Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena menandai debut Robert Lewandowski bersama Chicago Fire.

Penyerang berusia 37 tahun itu sempat memperoleh beberapa peluang, termasuk tembakan pada menit ke-14 dan kontribusinya dalam membangun serangan sepanjang babak pertama.

Namun, Lewandowski belum mampu memberikan kontribusi berupa gol maupun assist sebelum akhirnya digantikan Robin Lod pada menit ke-62.

Meski belum tampil maksimal, pergerakan dan kemampuan membuka ruang yang diperlihatkannya memberi sinyal positif bagi Chicago Fire untuk laga-laga berikutnya.

Suarez Kian Tajam Tanpa Messi

Absennya Lionel Messi justru membuat Luis Suarez mengambil peran lebih besar di lini depan Inter Miami.

Dua gol ke gawang Chicago Fire membuat Suarez telah mengoleksi lima gol dalam dua pertandingan MLS terakhir. Sebelumnya, ia juga mencetak hattrick saat Inter Miami menang 6-4 atas Philadelphia Union.

Produktivitas tersebut menunjukkan bahwa Inter Miami kini tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada Messi dalam menciptakan peluang maupun mencetak gol.

Mentalitas Inter Miami Jadi Pembeda

Selain kualitas individu, kemenangan ini memperlihatkan perubahan karakter Inter Miami.

Sempat tertinggal akibat gol bunuh diri, mampu membalikkan keadaan, kemudian kembali kebobolan sebelum akhirnya mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir menjadi bukti kuatnya mental bertanding skuad asuhan Guillermo Hoyos.

Kemampuan menjaga intensitas permainan hingga peluit akhir menjadi modal penting dalam persaingan menuju papan atas Wilayah Timur MLS.

Dengan kemenangan ini, Inter Miami berhasil mempertahankan momentum positif sekaligus mengirim pesan bahwa mereka tetap menjadi salah satu kandidat kuat penantang gelar musim ini, bahkan ketika Lionel Messi belum kembali memperkuat tim.

(*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN