Friday, July 3, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Pahami Perbedaannya, Ini Skema Murur dan Tanazul dalam Haji 2026

Mistar.idJumat, 15 Mei 2026 pukul 06.00 WIB
pahami_perbedaannya_ini_skema_murur_dan_tanazul_dalam_haji_2026

Ilustrasi. (foto: CNN/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kepadatan jemaah masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan ibadah haji, khususnya saat puncak rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Untuk mengurangi penumpukan sekaligus melindungi jemaah lanjut usia dan kelompok rentan, pemerintah kembali menerapkan skema murur dan tanazul pada penyelenggaraan haji 2026.

Meski sama-sama bertujuan mengurai kepadatan, murur dan tanazul memiliki konsep yang berbeda.

Skema Murur

Mengutip informasi dari Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), murur merupakan skema pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina dengan melintasi Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan.

Dalam skema ini, jemaah tetap melewati kawasan Muzdalifah sebagai bagian dari rangkaian ibadah, namun tidak menjalani mabit atau bermalam di lokasi tersebut.

Murur diprioritaskan bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi sebagai bentuk rukhsah atau keringanan demi menjaga keselamatan dan kesehatan mereka.

Pelaksanaannya dilakukan setelah waktu Magrib, ketika jemaah diberangkatkan dari Arafah menggunakan bus yang langsung melintas di Muzdalifah menuju Mina.

Skema Tanazul

Berbeda dengan murur, tanazul berkaitan dengan pengaturan mabit atau penginapan jemaah di Mina. Dalam skema ini, jemaah yang telah menyelesaikan lempar jumrah tidak kembali bermalam di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel di Makkah.

Kebijakan tanazul diterapkan untuk mengurangi kepadatan di Mina yang selama ini menjadi salah satu titik paling padat saat puncak ibadah haji.

Pemerintah menyebut skema ini akan diterapkan kepada puluhan ribu jemaah dari berbagai kelompok terbang, terutama mereka yang menginap di kawasan dengan akses dekat menuju Jamarat.

Meski tidak mabit di Mina, jemaah tetap dapat menjalankan lempar jumrah sesuai ketentuan ibadah haji. Secara umum, murur berfokus pada proses pergerakan jemaah di Muzdalifah, sedangkan tanazul berkaitan dengan pengaturan penginapan dan pergerakan jemaah di Mina.

Kedua skema tersebut diterapkan sebagai upaya meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah haji bagi seluruh jemaah, khususnya kelompok rentan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN