Ciri-ciri Anak yang Mendapatkan Pola Asuh Gentle Parenting

Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/Fizkes)
Jakarta, MISTAR.ID
Gentle parenting semakin populer sebagai pola pengasuhan yang banyak diterapkan orang tua dalam beberapa tahun terakhir. Pendekatan ini menekankan empati, komunikasi, serta pengasuhan tanpa kekerasan agar anak lebih mampu memahami dan mengelola emosinya sendiri.
Pola asuh ini tidak hanya berpengaruh pada masa kanak-kanak, tetapi juga membentuk karakter hingga anak beranjak dewasa. Berikut beberapa ciri kepribadian yang umumnya dimiliki seseorang yang dibesarkan dengan gentle parenting, seperti dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (24/4/2026):
1. Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi
Anak yang tumbuh dengan gentle parenting biasanya terbiasa mengenali, memahami, dan mengelola emosi sejak dini. Hal ini karena orang tua cenderung memvalidasi perasaan mereka, bukan mengabaikan atau menekan emosi yang muncul.
Dampaknya, mereka lebih mampu tetap tenang dalam situasi sulit karena tahu cara meregulasi emosinya sendiri. Selain itu, mereka juga memiliki empati yang tinggi karena terbiasa diperlakukan dengan penuh pengertian, sehingga lebih peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.
2. Memiliki ikatan yang hangat dengan orang tua
Orang yang dibesarkan dengan pola asuh ini umumnya memiliki hubungan yang dekat dan hangat dengan orang tua. Rasa aman yang diberikan sejak kecil membuat anak lebih mudah terbuka dan nyaman bercerita.
Saat dewasa, mereka cenderung tidak sungkan menjalin komunikasi yang akrab dengan orang tua karena merasa didengar, dihormati, dan didukung sejak kecil.
3. Kemampuan komunikasi lebih baik
Mereka yang tumbuh dalam lingkungan gentle parenting biasanya tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan kebutuhan dan perasaan secara sehat.
Mereka berani mengungkapkan pendapat, jujur, serta berdiskusi tanpa rasa takut akan dihakimi atau dihukum. Selain itu, mereka juga lebih memahami pentingnya menetapkan batasan yang sehat untuk diri sendiri sekaligus menghormati batas orang lain.
4. Lebih mandiri dan percaya diri
Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung memiliki kemandirian yang baik. Mereka belajar bertanggung jawab melalui konsekuensi logis dari tindakan, bukan sekadar karena takut hukuman.
Hal ini juga membentuk rasa percaya diri karena mereka tumbuh dengan perasaan bahwa dirinya berharga dan pendapatnya didengar. Mereka pun lebih berani mencoba hal-hal baru tanpa terlalu takut gagal. (hm20)
BERITA TERPOPULER















