TKA SMP Medan 2026 Berjalan Lancar, Disdikbud Soroti Literasi dan HOTS

Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP, Disdikbud Kota Medan, Zhuraina. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada tingkat SMP di Kota Medan telah selesai. Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan, Zhuraina, menyampaikan ada beberapa fokus utama yang menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
Di antaranya adalah pentingnya penguatan kualitas pembelajaran, pelatihan literasi numerasi, serta penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Medan.
Zhuraina mengatakan secara umum pelaksanaan TKA berjalan lancar, meski terdapat kendala yang bersifat teknis dan adaptif. Ia menyebut beberapa sekolah masih menghadapi persoalan pada infrastruktur TIK, seperti kestabilan jaringan internet, dan kesiapan perangkat.
“Variasi kesiapan siswa, khususnya dalam menghadapi soal berbasis literasi dan numerasi yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Rencana TKA SD di Pematangsiantar Didukung, Pedadudik Tekankan Keadilan dan Kejelasan Tujuan
Meski demikian, pelaksanaan TKA tetap dinilai berjalan baik. Zhuraina menegaskan tidak ditemukan kecurangan yang bersifat sistemik maupun masif selama pelaksanaan. “Pengawasan berjalan berlapis melalui sistem digital dan pengawasan satuan pendidikan,” tuturnya.
Disdikbud Kota Medan, lanjutnya, memastikan integritas pelaksanaan tetap terjaga sebagai komitmen bersama seluruh sekolah.
Terkait hasil capaian rata-rata siswa SMP di Kota Medan, ia menyampaikan rekapitulasi nilai masih dalam tahap finalisasi dan validasi oleh tim teknis.
Hasil resmi akan diumumkan secara terbuka setelah proses verifikasi selesai agar data yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pelaksanaan TKA SMP 2026 di Kota Medan berjalan tertib dan akuntabel. Evaluasi ini menjadi dasar penting bagi kami untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan sekadar mengukur hasil, tetapi memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang lebih bermutu,” ujarnya.
Ia menekankan kembali TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur, tetapi menjadi kompas perbaikan pendidikan di Kota Medan. Ia menyebut TKA 2026 sebagai alarm sekaligus arah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Ke depan, Disdikbud Kota Medan akan memfokuskan pada penguatan pembelajaran di kelas melalui berbagai program yang saat ini juga sudah berjalan termasuk pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Termasuk peningkatan literasi siswa, guna mendongkrak nilai rapor pendidikan sekolah dan kota.
PREVIOUS ARTICLE
Ciri-ciri Anak yang Mendapatkan Pola Asuh Gentle ParentingBERITA TERPOPULER



















