Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Tips Agar Pola Makan Sehat Tetap Terjaga Setelah Puasa

Mistar.idSelasa, 24 Maret 2026 pukul 05.30 WIB
tips_agar_pola_makan_sehat_tetap_terjaga_setelah_puasa

Ilustrasi. (Foto: Klik Dokter)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Saat Ramadan, pola makan umumnya menjadi lebih teratur. Namun setelah bulan puasa berakhir, kebiasaan baik itu kerap kembali berubah.

Agar pola makan sehat tetap terjaga, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University Prof Hardinsyah menyarankan masyarakat meniru pola intermittent fasting, yakni dengan mengatur waktu makan, jumlah porsi, serta jenis makanan yang dikonsumsi. Menurutnya, pola ini membutuhkan perubahan pola pikir dan komitmen yang kuat.

“Setelah bulan puasa, ujiannya akan lebih serius untuk mengubah mindset. Biasakan diri dengan intermittent fasting dan mempraktikannya tanpa mengharapkan pahala,” kata Hardinsyah, dikutip dari laman IPB, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, langkah awal bisa dimulai dari membiasakan sarapan dengan menu yang sehat. Kebiasaan sarapan ini disebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Selanjutnya, porsi makan siang bisa dikurangi atau bahkan dilewatkan, dengan tetap memastikan asupan air putih tercukupi dan rutin berolahraga pada sore hari.

Hardinsyah juga mengingatkan agar konsumsi makanan berlemak, makanan manis, dan makanan instan dibatasi. Menurut dia, kebiasaan tersebut memang tidak mudah diterapkan, tetapi bisa mulai dilatih saat menjalankan puasa Syawal.

“Nafsu untuk memakan makanan berlemak dan manis serta makanan instan juga dikurangi. Kebiasaan ini bisa dilatih saat puasa Syawal,” ujarnya.

Keinginan mengonsumsi makanan manis, lanjutnya, dapat dialihkan dengan makan buah segar seperti pepaya, apel, atau buah manis lainnya. Cara ini dinilai dapat membantu mengurangi dorongan untuk menyantap makanan tinggi gula dan lemak.

Selain itu, pengaturan jenis serta porsi makanan juga penting diperhatikan. Ia menyarankan asupan protein diperbanyak dibanding karbohidrat, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan masing-masing individu.

Hardinsyah menambahkan, perubahan pada lingkar pinggang juga perlu dipantau sebagai indikator apakah pola makan yang dijalani sudah tepat atau belum.

“Kalau berat badan menurun menjadi berat badan normal maka harus dipertahankan. Ketika setelah dua minggu kemudian terasa lingkar pinggang bertambah maka pola makan harus kembali disesuaikan,” tuturnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN