IDAI Sumut Desak Pemerintah Fokus Tangani Campak 2026, Hentikan Konflik dan Percepat Imunisasi

Ketua IDAI Sumut, dr Rizky Adriansyah, Sp.A(K). (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara (Sumut) memberikan sejumlah saran kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah di wilayah Sumut dalam mengatasi penyakit campak di awal tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Ketua IDAI Sumut, dr. Rizky Adriansyah, Sp.A(K), bahwa yang pertama, Kementerian Kesehatan harus berhenti menyibukkan diri dengan konflik organisasi profesi atau isu-isu sekunder.
"Fokuslah kembali pada tugas utama, yaitu menyehatkan rakyat. Energi yang habis untuk ‘menertibkan’ dokter seharusnya dipakai untuk menertibkan virus campak," ujarnya, Senin (23/3/2026).
Lebih lanjut, Rizky mengatakan yang kedua, pemerintah harus segera melakukan imunisasi massal di daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) tanpa syarat administrasi yang berbelit. Ia menekankan pentingnya pendekatan jemput bola ke sekolah dan rumah, tidak hanya menunggu di puskesmas.
"Pentingnya transparansi data dan jangan ada data yang ditutup-tutupi demi citra daerah. Akui kegagalan, buka data sebaran, agar semua pihak, termasuk IDAI, bisa membantu memetakan intervensi," ucapnya.
Dokter Rumah Sakit Umum Haji Medan itu juga mengatakan, dalam mengatasi kasus campak di Indonesia, khususnya wilayah Sumut, perlu melibatkan organisasi profesi.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Rangkul IDAI sebagai mitra strategis. Kami para dokter anak siap turun tangan, tetapi kami butuh dukungan sistem yang kondusif, bukan intimidatif," tuturnya.
Menurutnya, campak adalah penyakit yang dapat dicegah. Kematian atau kecacatan akibat campak pada tahun 2026 merupakan dosa kemanusiaan yang harus ditanggung oleh pembuat kebijakan yang abai. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Tips Agar Pola Makan Sehat Tetap Terjaga Setelah Puasa














