Monday, August 24, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Pesan Kofifah: Jangan Sampai Ada Panggung tapi Kehilangan Penerus

Mistar.idSenin, 24 Agustus 2026 pukul 15.04 WIB
pesan_kofifah_jangan_sampai_ada_panggung_tapi_kehilangan_penerus

Ilustrasi - Penari membawakan salah satu adegan dalam pergelarar Wayang Topeng Malangan bergaya kontemporer dengan lakon Asmarandhana di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Antara)

news_banner

Malang, MISTAR.ID (23/8/2026) – Di tengah gempita panggung seni, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan satu hal penting, budaya tidak akan hidup hanya dengan pertunjukan.

Menurutnya, kunci pelestarian ada pada transfer pengetahuan ke generasi muda."Keberhasilan pelestarian budaya adalah lahirnya generasi baru yang mampu meneruskan. Jadi, kuncinya ada di regenerasi," kata Khofifah dalam keterangan resmi di Kota Malang, Minggu (23/8/2026).

Bagi Khofifah, semakin banyak anak muda yang memahami nilai, filosofi, hingga menguasai keterampilan seni tradisional, maka proses regenerasi pelaku budaya akan berjalan masif.

Ia menekankan generasi muda punya kewajiban mengembangkan kebudayaan, termasuk seni tradisional, sesuai perkembangan zaman.

Namun Khofifah mengingatkan, keberhasilan menjaga eksistensi budaya tidak bisa diukur dari banyaknya agenda pertunjukan. "Jangan sampai sebuah kesenian memiliki panggung, tetapi kehilangan penerus," ujarnya.

Karena itu, ia mendorong pembangunan ekosistem seni dan budaya yang lebih luas.

Para pelaku seni harus mendapat jaminan ruang untuk berkarya, berkembang, dan mendapatkan manfaat ekonomi dari apa yang mereka geluti.

"Pelestarian budaya butuh keseimbangan. Ada pelestarian, ada regenerasi, ada penguatan kapasitas pelaku, dan ada akses ekonomi," tegasnya.

Khofifah juga mendorong agar seni dan budaya dihubungkan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tujuannya agar menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

"Budayanya lestari, senimannya berdaya, generasi mudanya bangga, ekonomi kreatifnya tumbuh, dan masyarakatnya memperoleh manfaat," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mencontohkan Topeng Malangan sebagai salah satu kesenian yang kini mulai bangkit.Upaya pelestarian dilakukan dengan melibatkan seniman dan sanggar.

Data menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025 tercatat ada 11 sanggar tari khusus Topeng Malangan.

Setahun kemudian, jumlahnya naik menjadi 15 sanggar.Jumlah seniman aktif juga meningkat. Dari 369 seniman pada 2025, kini pada Agustus 2026 sudah mencapai 589 seniman.

"Pertumbuhan jumlah sanggar dan seniman aktif menunjukkan ekosistem Topeng Malangan terus berkembang. Ini modal penting untuk memperkuat regenerasi sekaligus memastikan kesenian ini tetap hidup dan dekat dengan generasi muda," ujar Evy.(Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN